detiksport
Follow detikSport
Sabtu, 26 Mei 2018 12:53 WIB

Taufik Hidayat Sebut Kegagalan di Piala Thomas karena PBSI

Mercy Raya - detikSport
Indonesia gagal di Piala Thomas 2018 (Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO) Indonesia gagal di Piala Thomas 2018 (Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO)
Jakarta - Legenda bulutangkis Taufik Hidayat kecewa dengan hasil Tim Piala Thomas Indonesia. Menurutnya, kekalahan ini karena PBSI sudah langkah sejak awal.

Indonesia kembali menunda hasrat membawa Piala Thomas ke tanah air. Itu setelah Tim Piala Thomas Indonesia kalah dari China 1-3 di semifinal Piala Thomas di Impact Arena, Bangkok, Jumat (25/5/2018). Hasil ini merupakan penurunan dibanding dua tahun lalu saat melaju ke final.

Taufik mengatakan hasil ini di luar ekspektasi mengingat Indonesia menargekan gelar juara di ajang tersebut. Dia pun menyoroti beberapa hal terkait kegagalan ini, dengan PBSI dianggap sebagai biang keladi karena tak mampu memetakan turnamen-turnamen dengan baik.

"Di luar ekspektasi lah pastinya. Banyak sih dari awal, seperti tradisi-tradisi sebelumnya Thomas Cup harusnya ada simulasi tapi hanya kumpul bareng, character building saja," kata Taufik kepada detikSport.

"Selain itu, beberapa bulan sebelumnya kan sudah dekat pertandingan tapi yang tunggal masih ada yang turun di Australia. Seharusnya mereka tahu grafiknya, tahu peak perfomancenya, ini main beregu loh bukan perorangan," sambungnya.

"Yang lainnya saja pada libur top playernya yang punya kans di Thomas Cup. Jadi jangan terlalu ngoyo di sana. Kita dalam setahun ada targetnya apa All England, Thomas Cup, Kejuaraan Dunia, Asian Games tapi harusnya tahu mengatur ritmenya bagaimana, tidak asal kirim untuk menaikkan rangking. Harus ada goal-nya. Lebih baik buang satu karena ini turnamen beregu dan membutuhkan kebersamaan. Sekarang saja tidak ada simulasi," imbau suami dari Ami Gumelar ini.

"Menurut saya harga mati memang PBSI harus betul-betul evaluasi, terutama pelatih beberapa tahun begitu-begitu saja, tidak ada yang signifikan, harus diganti. Kalau tidak ada perubahan total akan begini-begini terus ke depannya. Sayang," papar anggota skuat skuat juara Thomas 2000 Kuala Lumpur dan 2002 Guangzhou ini.

Meski menyayangkan hasil Tim Thomas Indonesia, Taufik tetap mengapresiasi perjuangan Hendra Setiawan dkk.

"Kami tahu mereka sudah berjuang maksimal tapi hasilnya ini banyak masyarakat kecewa mau siapapun. Harus ada perubahan total lah. Saya kira PBSI mengerti. Kami sebagai mantan anggota Piala Thomas menyayangkan lah dan sebenarnya kita punya kans lah apalagi jika melihat hasil dua tahun lalu," tutupnya.


(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed