Meleset di Asian Games, Pelatih Ganda Campuran Pede Tatap Olimpiade 2020

Femi Diah - Sport
Rabu, 05 Sep 2018 12:33 WIB
Foto: Grandyos Zafna/detikSport
Jakarta - Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, optimistis menatap Olimpiade 2020 Tokyo setelah target di Asian Games 2018 meleset. Apa modal yang dimiliki?

Ganda campuran diharapkan mempersembahkan medali emas di Asian Games 2018. Tapi, Tontowi AHmad/Liliyana Natsir terhenti di semifinal. Mereka kandas di tangan pemain China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, dan diganjar perunggu.

Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto malah sudah tumbang di babak 16 besar. Ricky/Debby dikalahkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand.

"Taget meleset, tapi kondisi ganda campuran saya bilang tidak kritis," kata Richard kepada detikSport.




"Saya tidak khawatir (menghadapi Olimpiade 2020). Masih ada beberapa pemain yang berpengalaman tampil di olimpiade dan Kejuaraan Dunia, seperti Praveen Jordan. Saya akan mendorong Praveen dan Meli (Melati Daeva Oktavianti, di urutan ke-19 saat ini) untuk bisa masuk 12 besar dalam waktu dekat," ujar Richard.

"Di atas mereka ada Hafiz Faisal dan Gloria Emanuelle Widjaja (saat ini peringkat ketujuh) yang harus sudah bisa masuk empat besar," tutur Richard.

Selain dua pasangan itu, Richard akan mengorbitkan Tontowi Ahmad dengan pemain muda, Winny Oktavina Kandow. Sebelumnya, Winny berpasangan dengan Akbar Bintang Cahyono. Juga Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami dan Ronald/Annisa Saufika.



Selain itu, Richard memanfaatkan celah pemain-pemain putri di ganda campuran yang tak setangguh era Liliyana Natsir, Ma Jin, dan Zhao Yunlei.

"Kalau kita lihat sekarang persaingan untuk pemain putrinya tidak terlalu berat, saya bilang enggak sulit. Pemain putri negara lain kelasnya sama-sama dengan Glo dan Meli. Setara. Kalau dulu kan ada Ma Jin, Zhao Yunlei yang setara dengan Butet, meksi Butet di atas mereka sedikit. Tapi, keuletan dan pengalaman sama. Itu bisa dimanfaatkan," ujar dia.


(fem/din)