detiksport
Follow detikSport
Senin, 10 Sep 2018 15:40 WIB

Ada Serena Dalam Mantra Naomi Osaka di Poin-Poin Kritis

Femi Diah - detikSport
Foto: Caitlin Ochs/Reuters Foto: Caitlin Ochs/Reuters
Jakarta - Petenis 20 tahun dari Jepang, Naomi Osaka, berhasil menjadi juara Amerika Serikat Terbuka 2018 dengan mengalahkan Serena Williams idolanya. Osaka biasa merapalkan nama Serena dalam poin-poin kritis.

Osaka menjadi underdog di AS Terbuka. Laju petenis 20 tahun itu di turnamen tenis grand slam dengan hadiah USD 53 juta atau sekitar Rp 792,045 miliar itu hingga ke final menjadi kejutan.

Sudah begitu, dia berjumpa dengan Serena di final. Dalam pertandingan di Arthur Ashe Stadium, Minggu (9/9/2018) dini hari WIB, Osaka tak diunggulkan. Sebaliknya, Serena, yang kaya pengalaman dan tampil di hadapan pendukungnya dengan misi meraih gelar juara grand slam ke-24--menyamai Margaret Court--dijagokan untuk menjadi ratu di sana.

Tapi, Osaka merusak prediksi itu. Dia tampil meyakinkan sejak set pertama. Dia membuat Serena frustasi. Dia membuat set kedua betul-betul menjadi miliknya dengan poin cuma-cuma.

Petenis berdarah campuran Jepang dan Haiti itu pun menyudahi final dengan kemenangan 6-2, 6-4 atas Serena. Osaka pun sukses menyegel gelar juara grand slam. Yang pertama buat dia sekaligus untuk negaranya, Jepang.




Gelar juara itu juga spesial dengan Serena adalah obsesi Osaka sejak kecil. Osaka baru berusia satu tahun saat Serena, si petenis 36 tahun dari Amerika Serikat itu, meraih gelar juara grand slam pertama pada 1999.

Bisa jadi, saat itu Osaka belum mengingat Serena. Tapi, di tahun itulah sang ayah, Leonard Francois, kesengsem terhadap Williams bersaudara, Serena dan Venus. Dia punya duo Osaka, Mari dan Naomi. Makanya, sejak usia 3 tahun, saat mereka pindah ke Long Island, tenis menjadi cara bermain kakak adik itu.

Beberapa tahun kemudian, saat Naomi duduk di bangku kelas 3 SD, Serena adalah obsesinya. Dia 'membuat Serena' dalam proyek-proyek sekolah.




"Saya melukis dia dan membuat apapun soal dia. Saya bilang waktu itu, saya ingin menjadi seperti dia," kata Osaka seperti dikutip NZ Herald.

Hingga kini, Serena masih menjadi idolanya. Osaka mengakui ada satu mantra Serena yang dirapalkan setiap kali dalam situasi kritis.

"Kadang kala, ketika saya sedang berada pada posisi yang penting, saat servis, saya seperti bilang,"Apa yang dilakukan Serena?" ujar dia.

"Dia sosok penting alasan saya mulai berlatih tenis dan saya sudah melihat dia berulang kali di televisi. Selain itu, saya selalu mendukung dia," ujar Naomi.






Tonton juga 'Tundukkan Serena Williams, Naomi Osaka Juara AS Terbuka':

[Gambas:Video 20detik]

(fem/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed