Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2005
Taufik Juara, Menpora Bangga
Senin, 22 Agu 2005 19:32 WIB
Jakarta - Suksesnya Taufik Hidayat menjadi juara dunia di turnamen IBF yang digelar di Amerika Serikat disambut dengan penuh kebanggaan oleh Menpora Adhyaksa Dault.Rasa gembira dan bangga tampak jelas diperlihatkan oleh Adhyaksa saat mendengar pebulutangkis kebanggaan Indonesia itu meraih gelar bergengsi. Diungkapkannya, keberhasilan Taufik di kejuaraan dunia bulutangkis di Anaheim, AS bisa menjadi titik tolak agar olahraga Indonesia makin berprestasi. "Seperti yang kita ketahui, Taufik Hidayat berhasil menjadi juara dunia bulutangkis di Anaheim, itu sungguh merupakan prestasi yang membanggakan, apalagi bertanding di depan penonton Amerika Serikat, dua kali pula lagu Indonesia Raya dikumandangkan, setelah pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir juga berhasil meraih juara pertama, sungguh suatu momen yang bagus untuk kita semua bahwa kita tidak kalah dibandingkan negara lain," ujar Adhyaksa usai membuka kejurnas sepaktakraw 2005 di GOR Mahasiswa Soemantri Brojonegoro, Senin (22/8/2005). Diharapkannya, prestasi itu bisa memicu cabang-cabang lain untuk kian meningkatkan performanya di kancah internasional dan bisa mengharumkan nama Indonesia."Jangan berkecil hati, mudah-mudahan nanti dalam Sidang Paripurna DPR, RUU Keolahragaan siap diumumkan sebagai Undang-Undang Keolahragaan sehingga atlet tidak lagi menjadi obyek melainkan subyek dalam pembangunan Indonesia," lanjutnya.Sementara itu, mantan Ketua Bidpres PB PBSI, Icuk Sugiarto yang diminta komentarnya sehubungan dengan keberhasilan Taufik Hidayat serta Nova Widianto/Lilyana Natsri juga mengungkapkan hal senada seperti menpora. aku bangga. "Ini bisa jadi ini titik awal kebangkitan bulutangkis Indonesia, kita berhasil meraih dua gelar, demikian juga dengan Cina yang juga meraih dua gelar dan tuan rumah Amerika Serikat yang meraih gelar ganda putra, meski Tony Gunawan yang notabene warga negara Indonesia membela Amerika Serikat, demikian juga dengan pelatihnya, Rusli. Ini berarti Indonesia masih diperhitungkan," tandas mantan juara dunia ini. Dalam analisanya, Icuk menjawab pertanyaan mengapa pebulutangkis Indonesia yang memperkuat negara lain bisa berhasil serta pelatih Indonesia yang melatih negara lain bisa menghasilkan juara dunia. Menurut Staff Ahli Menpora ini, bahwa hal itu terwujud dikarenakan keseriusan dari pemain dan pelatihnya ."Jangan dikaitkan dengan uang, karena itu sudah menjadi masalah lain, bisa jadi imbalan mereka sangat pantas sehingga mereka memutuskan untuk pindah membela negara lain, apalagi aturan IBF juga memperbolehkan hal tersebut dilakukan. Yang pasti keberhasilan Tony Gunawan serta pelatihnya Rusli harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat bulutangkis nasional untuk segera berbenah," kata Icuk. (erk/)











































