detiksport
Follow detikSport
Jumat, 09 Nov 2018 18:45 WIB

Perempatfinal China Terbuka, Laga Penutup Karier Liliyana Natsir?

Femi Diah - detikSport
Foto: dok Humas PBSI Foto: dok Humas PBSI
Fuzhou - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tersingkir dari Fuzhou China Terbuka 2018, Jumat (9/11). Apakah menjadi akhir karier Butet sekaligus?

Tontowi/Liliyana kandas di babak perempatfinal usai dikalahkan pasangan China, He Jiting/Du Yue, dengan skor 21-18 dan 21-19. Pertandingan itu menjadi penampilan pamungkas Owi/Butet tahun ini. Ya, mereka tak dijadwalkan mengikuti turnamen apapun setelah Fuzhou China Open 2018 ini.

Akankah turnamen BWF super 750 itu sekaligus menjadi penutup karier Liliyana di bulutangkis? Butet tak bisa memastikannya. Dia sih menginginkan untuk mengucapkan perpisahan dengan cabang olahraga yang membesarkan namanya di Istora di Indonesia Masters 2019. Baik lewat sebuah pertandingan atau tidak.




"Pulang dari sini (Fuzhou China Open), saya akan ngobrol lagi sama kak Richard (Mainaky, kepala pelatih ganda campuran pelatnas PBSI). Kalau pun tidak tanding, saya akan hadir di Indonesia Masters, kemungkinan untuk main masih 50-50," kata Liliyana dalam rilis PBSI.

Kendati pun tampil di Indonesia Masters, situs resmi PBSI menyebut, kecil kemungkinan Liliyana tampil bersama Tontowi. Sebab, Owi difokuskan dengan apsangan baru untuk mengejar poin ke Olimpiade 2020 Tokyo.

"Setelah ini memang saya tidak ada jadwal tanding lagi, jadi tidak akan latihan juga. Kalau ikut Indonesia Masters, tentu awal tahun saya harus latihan persiapan lagi, kalau tidak latihan kan tidak mungkin. Takutnya, saya tidak siap bertanding," ujar dia.

"Pasti rasanya sedih, tapi life must go on, cepat atau lambat ini pasti terjadi. Buat Owi, targetnya kan mau coba lagi ke olimpiade, peta persaingan ganda campuran sekarang masih dipegang Tiongkok, mudah-mudahan Owi bisa membimbing pasangan yang baru dan lolos kualifikasi ke Tokyo 2020," kata Liliyana.

Usai bertanding di perempatfinal itu, Tontowi juga telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Liliyana. Berpasangan sejak akhir tahun 2010, Tontowi/Liliyana belum terlampaui ganda campuran Indonesia lainnya.

Sederet prestasi sip dicatatkan; hat-trick di All England (2012, 2013 dan 2014), juara dunia di Guangzhou 2013 dan Glasgow 2017, serta medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

"Saya ucapkan terima kasih kepada cik Butet yang sudah membawa saya mendapatkan banyak gelar, saya bisa dikenal orang dan bisa jadi seperti ini, semua berkat bimbingan cik Butet," kata Tontowi.

"Mudah-mudahan selain di bulutangkis, karier cik Butet juga bisa sukses. Semoga saya bisa cepat beradaptasi dengan partner yang baru, karena saya rencananya masih bermain lagi," kata Tontowi kepada Liliyana.

Sebelum berpasangan dengan Tontowi, Liliyana berpasangan dengan Nova Widianto dan juga telah mempersembahkan prestasi membanggakan bagi Indonesia, diantaranya gelar juara dunia 2005 dan 2007 serta medali perak di Olimpiade Beijing 2008.

"Delapan tahun berpasangan dengan Owi, pasti ada suka dan duka, tapi kalau dilihat dari prestasi, lebih banyak sukanya. Gelar di kejuaraan-kejuaraan penting banyak kami dapatkan seperti hat trick All England, bisa juara dunia lagi dua kali dan puncaknya medali emas olimpiade," ujar Liliyana.




Saksikan juga video ' Harapan Butet saat Tak Lagi 'Smash' Dunia Badminton ':

[Gambas:Video 20detik]


Perempatfinal China Terbuka, Laga Penutup Karier Liliyana Natsir?
(fem/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed