detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 15 Nov 2018 13:52 WIB

Korea Masters Tak Perebutkan Poin ke Guangzhou, PBSI Salah Perhitungan?

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) berharap bisa menambah wakil ke World Tour Finals Guangzhou dengan poin dari Korea Masters. Tapi, rupanya ajang itu memang bukan jalan kualifikasi.

Korea Masters dimainkan 27 November hingga 2 Desember di Gwangju. PBSI mendaftarkan sejumlah pemain untuk tampil di ajang itu demi mengejar poin ke Tour Finals di Guangzhou, China mulai 12-16 Desember.

Belakangan, rencana itu menjadi pembicaraan hangat di Twitter setelah akun resmi PBSI mencuit BWF mengumumkannya secara dadakan, pada 12 November. Cuitan itu diunggah 13 November.




"Breaking : Berdasarkan info dari BWF, Korea Masters Super 300 tidak masuk dalam penghitungan poin untuk Race To Guangzhou. Poin terakhir yang dihitung adalah Syed Modi Super 300 pekan depan."

Warganet merespons beragam. Sebagain netizen khawatir pemain andalan mereka kehilangan peluang menambah poin hingga bakal sulit lolos. Warganet lainnya menyebut BWF sewenang-wenang menentukan aturan.

Merujuk Statuta BWF poin 8.2 soal Kualifikasi dan Invitasi BWF World Tour Finals menyebut hanya delapan pemain dan pasangan terbaik di lima sektor yang diundang untuk tampil di Wolrd Finals itu. Delapan terbaik itu ditentukan dua pekan menjelang World Finals.

So, jika melihat jarak penyelenggaraan dua turnamen itu, Korea Masters bukanlah ajang ke World Finals 2018.

BWF menegaskan lewat artikel Guangzhou Menjelang Pengundian Final HSBC World Tour BWF, yang dimuat pada 12 November, menegaskan Korea Masters tak masuk dalam perebutan poin final di Guangzhou.

Mereka menyebut dua turnamen terakhir untuk perebutan poin ada di The Syed Modi International (India Terbuka) dan Skotlandia Terbuka. Kamis (29/11) menjadi batas akhir penghitungan pemain-pemain yang lolos kualifikasi.

Meski sudah disebut dalam statuta, PBSI terkejut. Kasubit Hubungan Internasional PBSI, Bambang Roedyanto menyebut tak hanya Indonesia yang kaget, namun negara lain juga tak menyangkanya. Dia menilai BWF tidak menjelaskan detail terkait turnamen akhir pengumpulan poin.

"Alasannya, BWF sudah ada aturan week 47 itu yang dihitung. Tapi, lebih bijaksana jika BWF memberi notice (pengumuman) seperti sebelumnya karena awalnya orang tidak tahu pekan ke-47 itu turnamen apa," ujar Rudi, sapaan Bambang Roedyanto, dalam pesan singkatnya kepada detikSport, Kamis (15/11/2018).

"Harusnya sampai akhir tahun (perhitungan poin), tapi kami baru diinfokan soal turnamen pekan ke-47 pada 12 November lalu. Banyak negara yang protes juga," ujar dia.

Hingga saat ini, Indonesia meloloskan delapan wakil. Mereka adalah Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja di nomor ganda campuran yang saat ini ada di perungkat keenam, Tommy Sugiarto (tunggal putra, 2) dan Anthony Sinisuka Ginting (6), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra, 1), dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri, 5).

Peluang untuk menambah wakil ke Guangzhou belum tertutup. Setidaknya cerminan wakil Indonesia ke Guangzhou bisa dilihat hingga semifinal Hong Kong Terbuka yang berakhir Minggu (18/11).

"Tunggu habis Hong Kong Terbuka ya. Tunggu semifinal," kata Rudi.




(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com