BWF world Tour Finals

Kalah Mental, Greysia/Apriyani pun Tumbang

Femi Diah - Sport
Kamis, 13 Des 2018 13:55 WIB
Foto: dok. Humas PBSI
Guangzhou - Greysia Polii/Apriyani Rahayu menelan kekalahan kedua di babak grup BWF World Tour Finals 2018. Mereka kalah mental dari lawan, pasangan China, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Greysia/Apriyani kandas di tangan Qingchen/Yifan dalam laga kedua di babak Grup Aganda putri. Mereka menyerah dua gim langsung 14-21, 8-21.

Usai pertandingan, Greysia menyebut kekalahan itu karena kurang ngotot dibandingkan lawan. Teknik yang dikeluarkan pun mejan saat kepercayaan diri runtuh.

"Kami merasa tidak mendapatkan 'hawa' nya. Jujur bukan karena lawannya siapa, tapi dari kami. Kami tidak mau menahan, lawan lebih mau nahan. Dari mental menyambung ke teknik juga," kata Greysia dalam rilis PBSI kepada detikSport.


"Saya tidak merasa under pressure, mau fokus sama permainan kami saja. tapi, di lapangan tadi lawan lebih siap dari kami," Apriyani menimpali.

Kekalahan itu menjadi kekalahan kedua Greysia/Apriyani di fase grup BWF World Tour Finals. Peluang untuk ke semifinal tinggal seujung kuku. Selain menang di laga terakhir, nasib mereka juga ditentukan laga lain.

Dalam turnamen bulutangkis penutup tahun di Guangzhou itu, Indonesia hanya meloloskan satu ganda putri. Greysia/Apriyani, yang tampil sebagai unggulan ketiga, idealnya bisa menang atas Qingchen/Yifan (unggulan ketujuh).

So, laju di Guangzhou menjadi pelajaran penting bagi Greysia/Apriyani menuju periode pengumpulan poin Olimpiade 2020 Tokyo.

"Kami kecewa dengan penampilan kami, pelatih juga, dan semua orang pasti kecewa. Kami pun merasa begitu. Kenapa kami tidak bisa menjaga konsistensi kami? Tapi, memang ini yang harus kami hadapi," kata Greysia.

"Ini sudah tutup tahun, kami harus evaluasi lagi. pertandingan besokkan sudah enggak ngaruh lagi. Ada beberapa strategi yang cpoba kami terapkan, tapi kami tidak bisa menjelaskan apa strateginya. Ini adalah pola main baru, bagaimana kami bisa nyaman dengan zona nyaman kami. Kami mau terapkan, tapi kami belum nyaman dan ini butuh waktu," dia menambahkan.

(fem/din)