detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 18 Des 2018 12:35 WIB

PBSI Patok Target Tiap Nomor Loloskan 2 Wakil ke Olimpiade 2020

Mercy Raya - detikSport
Foto: Agung Pambudhy/detikSport Foto: Agung Pambudhy/detikSport
Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bertekad untuk meloloskan dua wakil dari lima sektor ke Olimpiade 2020 Tokyo. PBSI pun akan selektif menentukan skuat pelatnas lewat promosi dan degradasi.

Promosi dan degradasi pelatnas bulutangkis dilaksanakan mulai tahun ini. Pemain dipulangkan ke klub dan mereka yang dinilai kompeten akan dipanggil ke Cipayung awal tahun 2019.

Pebulutangkis elite dan pelapis tak hanya dihadapkan pada ajang rutin, namun mulai Mei harus mengumpulkan poin Olimpiade 2020. Atlet pelapis diminta segera naik kelas.

PBSi berharap agar masing-masing sektor bisa meloloskan dua wakil. Merujuk regulasi yang ada, sektor ganda harus bisa menempatkan dua wakil di peringkat delapan besar untuk sektor ganda dan dua wakil yang ada di peringkat 16 besar hingga penutupan perebutan poin pada 26 April 2019.

"Sekarang ini kan ada tiga kategori (atlet pelatnas PBSI), elite, pelapis, dan junior. Pelapis ini harus cepat naik sehingga bisa kami siapkan nominasi olimpiade. Misalnya, tunggal putra nominasinya ada empat sampai enam orang," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.


"Nah, mereka bersaing sambil dilihat, yang tidak bisa bersaing, otomatis akan tersingkir. Karena, sekarang kan minimal dua di 16 besar. Jadi, kami inginkan jumlahnya sebanyak itu," dia menjelaskan.

Menilik kekuatan saat ini, boleh dibilang, untuk meloloskan dua wakil, bisa jadi tunggal putri yang paling sulit. Gregoria Mariska Tunjung (ranking ke-14) masih sendirian di 16 besar. Fitriani, peringkat kedua nasional, ada di ranking ke-33.

Selain itu, sektor ganda campuran harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi aturan itu. Sampai saat ini, tak ada satupun ganda campuran Indonesia yang masuk peringkat delapan besar dengan tanpa memperhitungkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Stok pemain pelatnas ganda campiran memang cukup banyak. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, bersama Tontowi dan pasangan baru digadang-gadang bisa lolos ke Tokyo.

Ganda putri juga baru memiliki satu pasangan yang berhasil menembus delapan besar, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Tapi, berkaca penampilan setahun ini dan BWF World Tour Finals di Guangzhou, ganda putri harus segera menemukan pola permainan yang lebih sip untuk mengadang ganda putri Jepang yang memiliki daya juang super dan teknik mumpuni. Selain itu, ganda putri wajib untuk bisa menelurkan pelapis Greysia/Apriyani. Beberapa kali bongkar pasang di pelapis belum menunjukkan hasil sip.

Tunggal putra setidaknya sudah memiliki gambaran untuk meloloskan dua wakil dengan Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto, dan Jonatan Christie menempati 16 besar.

Ganda putra juga memiliki dua wakil di delapan besar saat ini. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di delapan besar.

"Target kami tahun depan bisa dua per sektor. Target kami meloloskan sebanyak-banyak atlet, semoga bisa tercapai," peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona itu menegaskan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed