detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 18 Des 2018 14:18 WIB

Mau ke Olimpiade 2020, Daya Tahan dan Gerakan Gloria/Hafiz Harus Jos!

Mercy Raya - detikSport
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi kandidat kuat pengganti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Mereka wajib meningkatkan daya tahan dan tenaga jika ingin tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.

Hafiz/Gloria menjadi ganda campuran terbaik Tanah Air saat ini jika tak menghitung Tontowi/Liliyana. Mereka ada di peringkat ke-12 dunia dan menjadi satu-satunya wakil Merah Putih di BWF World Tour Finals 2018 di Guangzhou.

Di Guangzhou, mereka terhenti di fase grup sebagai juru kunci. Hafiz/Gloria dikalahkan ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dan Wang Yilyu/Huang Dongping (China). Satu-satunya kemenangan diraih atas pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higazhino.


Meski Hafiz/Gloria tersingkir di babak grup, pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky, puas dengan hasil tersebut. Salah satunya karena bisa memutus rekor buruk sebelumnya melawan Yuta/Arisa.

"Hasilnya cukup memuaskan. Pertama mereka bisa mengalahkan unggulan Yuta cs yang dalam dua kali pertemuan sebelumnya kalah. Selain itu, dari pengumpulan poin dari set ke set selalu unggul dan menang rubber set," kata Richard kepada detikSport, Selasa (18/12/2018).

Kendati puas, Richard memiliki sejumlah catatan untuk Hafiz dan Gloria. Apa itu?

"Catatannya hanya di daya tahan otot dan gerak yang masih perlu ditambah. Ini yang utama," ujar dia.

"Tapi saya akan jadikan hasil mereka sebagai tolok ukur mereka untuk masuk target di tahun depan pengumpulan poin untuk olimpiade," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com