detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 08 Jan 2019 15:38 WIB

Herry IP Tak Tutup Jalan Hendra/Ahsan ke Olimpiade 2020

Mercy Raya - detikSport
Herry Iman Pierngadi tak menutup jalan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ke Olimpiade 2020. (Grandyos Zafna/detikSport) Herry Iman Pierngadi tak menutup jalan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ke Olimpiade 2020. (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Pelatih pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, tetap membuka pintu untuk Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan untuk menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Demi persaingan internal yang sengit.

PBSI menetapkan 11 atlet yang masuk pelatnas utama ganda putra. Empat di antaranya menjadi pemain yang digadang-gadang mampu menembus Olimpiade dalam SK Prioritas,. Yakni, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Merujuk peringkat kedua pasangan saat ini, misi PBSI untuk meloloskan dua wakil di masing-masing nomor, termasuk ganda putra, sudah terpenuhi. Mereka sama-sama ada di peringkat delapan besar.

Herry menantang anak asuhnya yang lain agar terpacu untuk menggeser posisi Kevin/Marcus dan Fajar/Rian. Termasuk, Hendra/Ahsan, yang saat ini menempati urutan ketiga nasional ganda putra.

"Saya memberi kesempatan tidak hanya kepada Marcus/Kevin dan Fajar/Rian, tapi Berry Angriawan/Hardianto juga. Jadi bersaing secara fair. Jika diatur nanti ada yang merasa bagaimana," kata Herry ketika ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (8/1/2018).

"Jadi, dibuktikan saja karena yang sudah-sudah kan seperti itu. Termasuk Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang tidak lagi menjadi atlet pelatnas," dia menambahkan.


Dengan berbagai pertimbangan, Hendra/Ahsan tak masuk dalam daftar pelatnas PBSI 2019. Padahal mereka menempati peringkat ketiga nasional.

Makanya, PBSI tetap membuka jalan kepada Hendra/Ahsan untuk turut dalam perburuan poin Olimpiade 2020 mulai Mei 2019.

Untuk menjalani latihan, Hendra/Ahsan mendapatkan kebebasan untuk berlatih di pelatnas. Tapi, mereka harus menanggung seluruh biaya kompetisi sendiri.

"Makanya, saya kasih kesempatan juga untuk mereka jika ingin ke Olimpiade. Tapi, setengah berjalan kira-kira tak memungkinkan otomatis ya tidak bisa," ujarnya.

Agar persaingan untuk berebut tiket Olimpiade 2020 sengit, PBSI juga memberikan porsi turnamen yang sama kepada semua ganda putra utama. Selain untuk mengasah kemampuan pemain, pelatih bisa mencoba-coba strategi kepada lawan.


"Karena kesuksesan tak bisa sendiri harus ada tim penunjang. Kalau satu pasang saja yang dikirim pasti dikepung negara lain. Sebab, di turnamen itu selain uji coba strategi juga mempelajari lawan," dia menjelaskan.

"Sebagai contoh saat menghadapi China, mungkin saja lawannya bukan Kevin/Marcus, tapi Fajar/Rian. Kami tes pakai strategi A. Ternyata akurat, ke depan kalau dapat lawan sama bisa pakai rumus tersebut," ujarnya.

"Artinya apa, kami butuh uji coba. Sebab jika hanya mengandalkan rekaman video jika itu tujuh bulan lalu pasti strateginya sudah berubah. Jadi harus update," dia menambahkan. Tapi kata Herry, jika BWF telah mengumumkan dua pasang yang lolos. Maka, dirinya baru bisa mulai total fokus.

Sesuai daftar degradasi dari PBSI, selain melepas Hendra/Ahsan, pelatnas ganda putra juga mencoret lima pemain lain. Yakni, Rian Agung Saputro, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira, Angga Pratama, Giovani Dicky Oktavian, dan Calvin Kristianto.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com