detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 10 Jan 2019 12:55 WIB

Pelatih Sebut Tak Ada Prioritas Khusus untuk Greysia/Apriyani

Mercy Raya - detikSport
Greysia Polii/Apriyani Rahayu di salah satu turnamen. (Foto: dok. Humas PBSI) Greysia Polii/Apriyani Rahayu di salah satu turnamen. (Foto: dok. Humas PBSI)
Jakarta - Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi andalan Indonesia di nomor ganda putri. Tapi, mereka tak akan diberi perlakuan khusus oleh pelatihnya.

PBSI telah menetapkan hanya 14 atlet ganda putri yang masuk pelatnas utama. Dengan lima atlet di antaranya merupakan prioritas. Selain Greysia dan Apriyani, Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta, dan Ni Ketut Mahadewi Istarani merupakan pebulutangkis lainnya.

Greysia/Apriyani merupakan pasangan ganda putri yang posisinya paling stabil. Sementara tiga atlet lainnya masih bisa dipecah dan dicari formulanya.

Namun bukan berarti ada perlakukan khusus yang diterapkan kepada Greysia/Apriyani. Pelatih yang karib disapa Koh Didi itu malah memberi target tinggi di sepanjang musim kompetisi tahun ini. Greysia/Apriyani diberi target final disetiap turnamen yang mereka ikuti.




"Finalis target saya. Termasuk di Malaysia Master dan turnamen lainnya selama 2019 ini," kata Eng Hian saat ditemui di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

Pelatih asal Solo itu juga akan menciptakan suasana persaingan di dalam maupun luar pelatnas agar para pemain tidak terlena. Apalagi, tahun ini masuk dalam pengumpulan poin Olimpiade 2020 di Tokyo.

"Antisipasi sudah saya siapkan, tentang bagaimana saya dengan anak-anak.
Tapi kembali lagi yang saya tidak mau memberikan prioritas khusus kepada Greysia/Apriyani. Saya mau semua challenge untuk memperebutkan Olimpiade," dia menjelaskan.

"Sebab, ada dua hal yang saya lihat dari para atlet ini masih kurang. Pertama keyakinan anak-anak kalau mereka bisa menembus. Lalu, tujuan mereka yang masih belum solid. Bisa dibilang sampai saat ini yang masih terbaik itu Greysia dan Nitya Krishinda Maheswari,"

"Kalau yang lain misalnya mau ke pos satpam, tapi bisa belok karena ketemu orang. Akhirnya yang harus sampai lima menit bisa satu jam. Nah, ini karena tangan saya cuma dua, saya tak bisa menarik satu-satu. Maka itu, persaingan diperlukan sambil mencari pola lain karena ini sudah menjadi karakter," ujar dia.

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com