Tenis AS Terbuka 2005
Atasi Agassi, Federer Juara Lagi
Senin, 12 Sep 2005 08:48 WIB
Jakarta - Andre Agassi sudah berusaha mengeluarkan kemampuan terbaiknya, tapi Roger Federer tetap lebih baik. Petenis nomor satu dunia itu kembali menjuarai AS Terbuka.Pada pertarungan babak final yang berakhir Senin (12/9/2005) pagi WIB, Federer kehilangan angka di set kedua dan dibikin kerepotan di set ketiga. Namun pada tie break ia mengutip tujuh poin berturut-turut.Hasil akhir, unggulan teratas dari Swiss itu menang 6-3 2-6, 7-6 (1), 6-1. Federer pun mengulang keberhasilannya menjuarai turnamen ini seperti tahun lalu, sekaligus mengoleksi titel Grand Slam-nya menjadi enam -- menyamai rekor Stefan Edberg dan Boris Becker.Ia kini hanya terpaut satu kemenangan lagi dari petenis legendaris AS dan Swedia, John McEnroe dan Mats Wilander. Tapi rekor koleksi tropi Grand Slam masih dipegang Pete Sampras dengan 14 buah. Saat bola pengembalian terakhir Agassi out, Federer berteriak dan melonjak ke udara guna merayakan kemenangannya. Lalu kedua petenis itu, yang selama ini dikenal menaruh respek sangat tinggi satu sama lain, berjabatan tangan dengan hangat di depan net.Kendati merupakan finalis tertua AS Terbuka dalam 31 tahun terakhir ini, namun penampilan Agassi tidak terlihat sebagai orang yang lebih tua sembilan tahun dari lawannya. Ia bermain cukup oke meskipun Federer tetap lebih piawai.Bagaimanapun, Agassi tidak kehilangan reputasinya dengan kekalahan ini. Selain perbedaan usia, yang ia hadapi adalah seorang pemain yang tak pernah kalah dalam 23 partai final serta sedang dalam puncak permainan dan kondisinya.Jika ini adalah aksi terakhirnya di AS Terbuka setelah berpartisipasi dalam 20 tahun berturut-turut, Agassi tetap akan dikenang sebagai salah satu pemain favorit publik tuan rumah. Tapi ia baru akan memutuskan waktu buat gantung raket di akhir tahun ini."Perjalanan yang berat, tapi luar biasa," kata Agassi di hadapan penonton. "Roger main terlalu bagus hari ini. Selamat Roger, pekerjaan yang baik.""Tidaklah mudah untuk melakukan hal ini terutama dalam usia 35 tahun. Adalah sebuah keistimewaan bisa bertarung melawan banyak juara selama dua dekade terakhir ini. Tanpa pengecualian, salah satu pemain yang paling saya nikmati pertarungannya adalah Roger. Terima kasih New York untuk 20 tahun ini," papar suami Steffi Graf dan ayah dua anak ini.Dipuji demikian Federer pun balik memuji pemain yang telah ia tundukkan dalam delapan pertemuan terakhir mereka, setelah ia kalah dalam tiga yang pertama."Mungkin inilah final Grand Slam paling spesial dalam karirku," katanya. "Bermain melawan Andre Agassi di New York, sungguh sebuah mimpi." (a2s/)











































