Wismilak International 2005
Wynne cs Les Membuat Keramik
Senin, 12 Sep 2005 20:25 WIB
Nusa Dua - Di sela-sela kesibukan berlatih tenis, beberapa petenis yang terjun di turnamen Wismilak International mengikuti off-court activities untuk melepas kejenuhan. Salah satunya adalah membuat keramik.Wynne Prakusya (Indonesia), Janet Lee (Taiwan), Maria Vento-Kabchi (Venezuela) dan Kim Kilsdong (Belanda) adalah beberapa petenis yang mengikuti pembuatan keramik di Jenggala Keramik Bali, Senin (12/9/2005).Tepat kiranya keempat petenis tersebut mendatangi perusahaan yang terletak di kawasan Jimbaran ini. Pasalnya Jenggala memang dikenal sebagai penghasil produk keramik nomor satu di Bali. Produknya pun laku diekspor ke manca negara seperti Jepang dan beberapa negara Asia lainnya.Tak heran ketika sampai di Jenggala, pemain dibuat terkesima oleh deretan keramik aneka warna, barang pecah belah serta ukiran yang tersebar di puluhan rak. "Ada beberapa produk yang bagus sekali, saya ingin sekali membeli," ucap Kilsdong. Wynne pun cukup tertarik. Tetapi dia tampak mengurungkan niatnya begitu mengetahui kalau hampir semua barang dihargai dengan dolar AS. "Pakai dollar? oh," ucapnya sambil menyeringai.Kunjungan ke Jenggala juga dipergunakan oleh para petenis buat mengetahui lebih jauh tentang proses pembuatan keramik. Wynne dan Kilsdong bahkan berkesempatan untuk mencoba membentuk tanah liat bahan dasar keramik menjadi guci."Ternyata susah ya, saya inginnya seperti film (Ghost) itu lho," kata Wynne sambil terkekeh. "Kelihatannya gampang tetapi waktu di coba susah sekali," timpal Kilsdong. Selain membuat keramik, Wynne cs juga diberi kesempatan untuk melukis di atas piring. Seluruh pemain tampak menikmati aktivitas tersebut. Tertarik beralih jadi pembuat keramik, mungkin? (lom/)











































