Wismilak International 2005
Molik Pulihkan Rasa Pede
Rabu, 14 Sep 2005 19:44 WIB
Nusa Dua - Setelah enam bulan berkutat dengan virus vestibular neuronitis yang menggangu telinganya, Alicia Molik kembali ke jalur kemenangan. Langkah awalnya memulihkan kepercayaan dirinya kembali. Kemenangan atas Karolina Sprem di babak pertama Wismilak International 2005, Selasa (13/9/2005) kemarin, menjadi yang pertama buat Molik di turnamen WTA sejak Maret. Petenis 23 tahun tersebut terakhir berlaga bulan Agustus namun kalah atas Gisela Dulko di babak kedua turnamen di Miami. Gara-gara vestibular neuronitis, Molik sempat mengalami masa suram dalam karirtenisnya. Diawali dengan kegagalannya di babak kedua Amelie Island, Molik terpaksa mundur dari tiga turnamen WTA di bulan April, yaitu Charleston, Berlin dan Roma. Puncaknya, ia terpaksa menarik diri di turnamen yang lebih besar lagi yaitu Grand Slam Prancis Terbuka. Virus yang menyerang kemampuan penglihatan dan keseimbangannya ini terus menggganggu sampai memaksanya menarik diri dari Wimbledon bulan Juni. Molik sempat kembali beraksi bulan Agustus di turnamen di New Haven tetapi langkahnya hanya sampai babak pertama, setelah dijegal Dulko. Belum selesai sampai disitu, Molik kembali harus menelan pil pahit. Kandas di babak pertama Amerika Serikat Terbuka untuk pertama kali sejak 1999 setelah dikalahkan petenis wild card Perry dua set langsung. Padahal sebelum virus menderanya, Molik sempat mengalami masa jaya. Dia menjadi petenis Australia pertama yang mampu menjejakkan kaki di perempatfinal Australia Terbuka, sebelum dikalahkan Lindsay Davenport. Setelah enam bulan berkutat dengan cederanya, Molik sekarang sudah siap tempur. Trek kemenangan mulai ditapakinya di turnamen Wismilak International. "Kembali bermain adalah yang tersulit dari segalanya. Sebetulnya turnamen ini bukan menjadi target saya. Bali merupakan tempat yang tepat untuk bermain sekaligus bersantai pada saat yang bersamaan, karena itu saya memilih turnamen ini," tutur petenis berperingkat 14 dunia ini di Pesona Klub, Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Rabu (14/9/2005). Namun tantangan yang dihadapinya tidak mudah. Molik harus bertarung ekstra keras untuk menekuk Sprem di babal pertama turnamen berhadiah US$ 225.000 ini. Set pertama, dia harus berjuang 13 game sebelum menekuk dengan tie break 8-5. Set kedua, perjuangan Molik tidak lebih mudah namun dia menang 6-3. "Kalau sampai saya kalah di set pertama, maka pertarungan tersebut akan menjadi lebih sulit buat saya. Pasalnya sudah lama saya tidak mengalami kondisi seperti ini dan butuh waktu untuk melakukannya lagi," tukasnya. "Saya tidak pernah menang sejak bulan Maret. Jadi kemenangan ini sangat baik buat memulihkan kepercayaan diri saya. Sayangnya, saya biasa memenangkan pertandingan dengan cara yang menyenangkan dan saya kurang suka dengan cara saya bermain malam ini," akunya seusai pertandingan melawan Sprem. Molik memulai karir profesionalnya tahun 1996 di even ITF Circuit di Australia. Sejak itu karir petenis yang kini tinggal di Melbourne tersebut melejit. Sebelum menjadi petenis Australia pertama yang mampu melaju sampai perempat final grand slam di tanah airnya, dia juga menjadi petenis Australia pertama yang pernah memenangkan turnamen Tier I (Zurich, 2004). Jika mendengar pengakuan ibunya, Teresa, tampaknya karakter pantang menyerah Molik terbentuk sejak kecil. Menjadi gadis yang tomboi membentuk karakternya sekarang. "Alicia itu anak yang tomboi. Sewaktu kecil sukanya bermain dengan anak laki-laki. Kini dia sudah menjelma menjadi perempuan yang mandiri dan keras kepala," tukas ibu dua anak ini. Kecintaan Molik pada tenis tumbuh pada saat masih kanak-kanak. Meski demikian sebagai anak yang sejak kecil selalu aktif, ia juga menyukai cabang olahraga lain seperti basket dan berenang. Dia juga menikmati menonton pertandingan sepakbola. "Kalau ada waktu luang saya senang sekali berenang dan berenang lagi. Saya juga senang duduk-duduk di pantai dan menikmati pemandangan," aku penyuka musik-musik U2, Kylie Minogue, Coldplay dan Robbie Williams ini. Bali mungkin menjadi tempat yang tepat buat Molik untuk kembali menemukan kepercayaan dirinya. Akankah? (erk/)











































