Davenport Jawara Bali

Wismilak International 2005

Davenport Jawara Bali

- Sport
Minggu, 18 Sep 2005 19:53 WIB
Davenport Jawara Bali
Nusa Dua - Lindsay Davenport mengukuhkan namanya sebagai jawara Wismilak International 2005 setelah di final yang berlangsung Minggu, (18/9/2005), mengalahkan Francesca Schiavone 6-2 6-4.Yang istimewa, Davenport tak kehilangan satu set pun dalam perjalannya di Wismilak International. Buat petenis 29 tahun ini Wismilak International 2005 merupakan turnamen keempat yang dimenangkannya setelah Dubai, Amelie Island dan New Haven.Di centre court kompleks tenis Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Davenport hanya membutuhkan waktu satu jam 15 menit guna menekuk unggulan keempat tersebut. Set pertama, petenis asal Amerika Serikat itu unggul cepat 2-0, sebelum Schiavone mencuri game ketiga.Setelah game keempat kembali direbut Davenport, game kelima berjalan alot. Davenport unggul 40-0 terlebih dahulu, tetapi Schiavone mampu memaksakan deuce. Satu ace Schiavone membuat petenis asal Italia ini di atas angin. Akhirnya dia mampu menuntaskan game ini dan menipiskan ketinggalannya menjadi 3-2.Namun setelah itu giliran Davenport merajalela. Setelah mematahkan servis Schiavone di game ketujuh, Davenport melesakkan dua buah ace di game kedelapan yang membuatnya unggul semakin jauh. Davenport pun menutup set pertama dengan keunggulan 6-2.Di set kedua Davenport harus berjuang lebih keras guna menekuk Schiavone. Unggul 2-0 pada dua game permulaan, Schiavone mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Petenis kelahiran Milan itu bahkan berbalik unggul. Pantang menyerah, dia mampu memaksa Davenport bermain di baseline sebelum untuk pertama kalinya unggul 2-3.Kedua petenis sempat membukukan angka sama di 3-3 dan 4-4. Tetapi di game kesembilan Davenport mampu mem-break servis Schiavone dan mengubah kedudukan lagi. Di game terakhir Davenport melesakkan sebuah ace dan akhirnya menutup pertandingan dengan skor 6-4."Set kedua, meski start saya tidak bagus saya mampu memberikan tekanan kepadanya. Tetapi sulit sekali mengikuti permainannya, saya selalu ketinggalan dan meski saya memaksanya bermain di baseline, memperbaiki servis dan return tetapi itu tidak cukup," tukas Schiavone.Pada pertandingan itu Davenport membukukan 6 ace (berbanding tiga yang dilesakkan Schiavone). Tetapi dia sempat melakukan empat kali double foul. "Servis saya memang tidak sebaik biasanya. Untung, saya terbantu oleh servis kedua, di samping itu saya juga terbantu oleh pengembalian servis (return serve) yang kurang baik dari Schiavone," tutur Davenport.Sementara Schiavone secara sportif memuji Davenport sebagai juara sejati. Meski demikian dia tidak bisa menyembunyikan kekecewaanya karena gagal meraih titel WTA pertamanya. "Davenport adalah juara sejati. Saya sendiri cukup puas dengan permainan saya, meski saya akhirnya harus kalah tetapi setidaknya saya sudah berusaha dengan keras," tandas petenis 25 tahun ini.Sebagai juara Davenport berhak atas uang senilai US$ 35.000. Sementara sebagai runner-up, Schiavone akan menggondol US$ 19.000. Setelah mengikuti Wismilak International, Davenport akan bertolak ke Cina pada hari Senin (19/9/2005) besok untuk mengikuti turnamen Tier II di Beijing.Sementara itu dikatakan oleh direktur turnamen, Kevin Livesey, Wismilak International 2005 berhasil membukukan rekor penonton. Menurut data panitia, penonton yang menyaksikan turnamen ini pada tahun ini adalah sebanyak 5.000 orang. Ini meningkat 2.300 dari data sebelumnya yang mencapai 3.700 orang. Final Davenport vs Schiavone sendiri disaksikan oleh 1.537 penonton. (key/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads