detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 04 Mar 2019 16:26 WIB

Kevin/Marcus Kartu As Indonesia di All England 2019

Femi Diah - detikSport
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon menjadi kartu as Indonesia di All England 2019. (Claus Fisker / Ritzau Scanpix / AFP) Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon menjadi kartu as Indonesia di All England 2019. (Claus Fisker / Ritzau Scanpix / AFP)
Jakarta - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon datang ke All England 2019 sebagai juara bertahan ganda putra. Menjadi kartu as Indonesia, mereka diharapkan mencetak hat-trick juara.

Kevin/Marcus dua dari 33 pemain Indonesia yang dikirimkan ke All England 2019 di Arena Birmingham mulai 6-10 Maret. Mereka memiliki bekal meyakinkan menuju ajang berhadiah USD 1 juta itu. Kevin/Marcus menjadi unggulan pertama ganda putra sekaligus juara bertahan.

All England 2019 ini menjadi kesempatan Kevin/Marcus untuk meraih tiga gelar juara beruntun. Mereka sekaligus menjadi ujung tombak Indonesia untuk mengamankan gelar juara tersebut.

Ya, kali ini, boleh dibilang Kevin/Marcus bakal menjadi satu-satunya sorotan setelah Liliyana Natsir dan Debby Susanto pensiun. Kendati Tontowi Ahmad dan Praveen Jordan telah menemukan pasangan masing-masing, mereka dinilai masih membutuhkan waktu untuk menorehkan tinta emas sebagai juara All England 2019.


Sekretaris Jendral PP PBSI, Achmad Budiharto, mengakui jika Kevin/Marcus yang menjadi senjata utama PBSI di All England.

"Kalau dari sisi ranking, utamanya Kevin/Marcus yang menjadi harapan utama," kata Budi, sapaan karib Achmad Budiharto.

Drawing yang mempertemukan Kevin/Marcus dengan juara 2017, Zhang Nan/Liu Cheng, di partai pertama tak mempengaruhi kepercayaan diri PBSI. Pelatih telah ditugaskan untuk mempelajari kelebihan dan kekurangan ganda putra China itu dengan detail.

Pelatih pelatnas bulutangkis ganda putra, Herry Iman Pierngadi, telah menyiapkan anak asuhnya dengan matang. Kendati hanya memiliki waktu persiapan pendek, setelah pelaksanaan Superliga Badminton, Herry yakin anak asuhnya siap tempur.

"Saya berharap hat-trick, tiga kali juara. Itu menjadi target saya dan Kevin/Gideon," kata Herry.

Herry menyebut faktor nonteknik dengan bermain di negeri orang cukup menguntungkan Kevin/Marcus. Yakni, penonton.

"Peluang untuk menjadi juara terbuka banget. Salah satunya, karena bermain di luar negeri relatif kecil tegangnya," ujar Herry.

"Saat bermain di Istora, sebagai tuan rumah, pendukung banyak. Di situ ada motivasi yang besar, namun ada rasa tegang karena saat masuk lapangan sudah diteriaki. Sebaliknya, bermain di All England, mereka lebih enjoy, tidak diperhatikan semua orang di gedung," Herry menambahkan.

Kendati memasang Kevin/Marcus sebagai kartu As, PBSI berharap sektor tunggal putra, ganda putri, dan ganda campuran bisa memberikan kejutan di All England 2019. Itu tak lepas dari status unggulan dan hasil sip pemain di turnamen lain.

Ya, Anthony Sinisuka Ginting (unggulan kedelapan) sedangkan Jonatan Christie sebagai pemilik emas Asian Games 2018. Di sektor ganda putri, Greysia Polii/Aproyano Rahayu menjadi tumpuan. Sementara itu, ganda campuran berharap Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja bisa menjadi juara setelah finis sebagai runner-up di Jerman Terbuka akhir pekan lalu.

"Kendati ada Kevin/Marcus, jangan mengesampingkan tunggal putra. Begitu pula dengan ganda putri dan kemarin performa apik Hafiz/Gloria di Jerman. Semoga makin apik di sini," ujar Budi yang mendampingi pemain di Birmingham.

(fem/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com