detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 05 Mar 2019 11:14 WIB

Jojo dan Anthony, Sudah Sejak 1995 lho Tunggal Indonesia Paceklik Juara All England

Femi Diah - detikSport
Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting diminta untuk hentikan paceklik gelar di sektor tunggal di All England. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting diminta untuk hentikan paceklik gelar di sektor tunggal di All England. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, berharap agar pebulutangkis Indonesia di nomor tunggal membawa gelar juara dari All England 2019. Itu agar tak ada catatan paceklik gelar selama 25 tahun.

Indonesia sudah cukup lama tak membawa pulang gelar juara dari turnamen bulutangkis tertua di dunia, All England, dari sektor tunggal. Kali terakhir, predikat itu dicatatkan oleh Hariyanto Arbi dan Susy Susanti pada 1994.

Susy tak menyangka tunggal Indonesia puasa gelar sejak itu. Dia berharap sektor tunggal bisa bicara kali ini.


"Saya juga baru menyadari kalau tahun ini menjadi tahun ke-25. Semoga di tahun ke-25 ini kebuntuan itu terpecahkan," kata Susy dalam wawancara dengan detikSport.

"Kalau pakai perhitungan lebih punya kans itu di tunggal putra, meskipun secara ranking dan konsistensi belum setara dengan negara lain," Susy menambahkan.

"Saya berharap sekali semangat dan tanggung jawab dari tunggal putra bisa, jangan mengandalkan ganda. Di Asian Games sesuai prediksi menembus target dua medali emas. Saya berharap kali ini terulang, meskipun kalau secara target di All England saya tetap bilang satu gelar juara. Semoga ada kejutan," dia menegaskan.

Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan tiga pemain. Mereka Jonatan Christi, Anthony Sinisuka Ginting, dan Tommy Sugiarto. Sementara itu, pada nomor tunggal putri, Indonesia mewakilan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.

(fem/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com