detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 08 Mar 2019 15:02 WIB

Sulitnya Mengikuti Jejak Christian Hadinata/Imelda Wiguna di All England

Femi Diah - detikSport
Christian Hadinata dan Imelda Wiguna pemilik juara All England 1979.  (Rifkianto Nugroho/detikSport0 Christian Hadinata dan Imelda Wiguna pemilik juara All England 1979. (Rifkianto Nugroho/detikSport0
Jakarta - Bersama Imelda Wiguna, Christian Hadinata mengukir tinta emas sebagai juara ganda campuran pertama All England dari Asia. Sampai saat ini, baru dua pasangan Merah Putih yang mampu mengikutinya.

Secara mengejutkan, Christian/Imelda menjadi juara All England 1979. Mereka mengalahkan Mike Tredgett/Nora Perry, dua set langsung dengan skor 15-1, 18-17 di partai final.

Itu menjadi raihan pebulutangkis Asia pertama menjadi juara All England pertama. Tradisinya, sektor itu milik pasangan Eropa.

"Kami enggak dilihat bahkan saat sudah sampai di perempatfinal. Saat itu, dari delapan kontestan di delapan besar tersebut, hanya kami yang dari Asia, lainnya pemain Eropa. Barulah setelah sampai di semifinal, bermain di dua lapangan, keberadaan kami disadari oleh lawan dan penonton. Warna kulit kami kan beda sendiri hehehe," ujar Christian.


Sejak itu, ganda campuran diseriusi oleh pebulutangkis Indonesia. Tapi, gelar juara All England di sektor ganda campuran sulit diulang. Lima gelar juara ganda campuran All England hingga saat ini diraih dalam tempo 37 tahun.

Gelar juara itu datang lagi untuk Indonesia setelah 33 tahun melalui Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Mereka secara beruntun mencetak tiga kali juara.

Tanpa juara pada 2015, Praveen Jordan/Debby Susanto kembali naik podium tertinggi di sektor ganda campuran. Mereka menjuarai All England pada 2016.

"Sebenarnya, saya ingin lebih awal lagi ada juara, tidak perlu menunggu 33 tahun. Sebab, di kejuaraan dunia dan multievent nomor itu dipertandingkan, bukan? Di SEA Games, di Asian games, juga di Olimpiade," kata Christian.


Harapan Christian itu sempat mengembang pada 2006, setelah Liliyana menjadi juara dunia bersama Nova Widianto di tahun sebelumnya. Tapi, keinginan Christian pupus setelah juara direbut Zhang Jun/Gao Ling dari China.

Christian bisa tenang setelah Tontowi/Liliyana bisa mengakhiri paceklik gelar itu. Apalagi, setelah muncul nama baru lain sebagai juara Praveen/Debby.

Kini, All England kembali bergulir, adakah pasangan baru yang bisa mengikuti jejak Christian dan Imelda?

(fem/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed