detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 09 Mar 2019 11:45 WIB

Imelda Wiguna Raih 2 Gelar di All England 1979, Lawan: Pakai Jimat Apa?

Femi Diah - detikSport
Imelda Wiguna juara ganda putri dan ganda campuran di All England 1979. (Femi Diah/detikSport)
Jakarta - Imelda Wiguna mengukir tinta emas di All England 1979 dengan mengoleksi dua juara. Lawan mencandai Imelda menggunakan jimat saat mentas waktu itu.

Dua gelar juara di All England 1979 itu dikoleksi Imelda dari nomor ganda putri bersama Verawaty Fajrin dan ganda campuran dengan duet bareng Christian Haditana.

Imelda mengisahkan kenangan manis di All England 40 tahun silam itu kepada detikSport. Berikut kisahnya:


"Aku masih ingat banget pada saat itu bisa main di dua nomor, ganda putri dan ganda campuran, dan dua-duanya juara. Memang waktu itu, kami menjalani persiapan matang. Fisik kami biasa saja kalau diajak capek. Karena, setiap mau tanding itu, terutama lawan pemain Jepang, kami selalu mengingatkan, besok harus siap capek, besok harus siap capek.

"Kami siap karena kan latihan fisik Pak (Tahir) Djide itu sangat terkenal. Fisik kami itu kuat banget, utamanya untuk persiapan All England. Saat kalah saja kadang-kadang kita bilang, kami belum capek lho, tapi udah kalah.

"All England 1979 itu kami membuat prestasi yang penting, itu kenangan manis. Waktu itu umur saya 28 tahun, jadi jangan buru-buru bilang usia emas sudah lewat, karena masing-masing atlet beda-beda.

"Dua gelar juara itu sama-sama berkesan, baik ganda putri ataupun ganda campuran. Untuk match-nya justru bukan pertandingan final yang membuat saya terkesan, namun pada saat semifinal di ganda campuran.

"Waktu itu, saya melawan Derek Talbot dengan Gillian Gilks. Di set pertama kami sudah kalah, set kedua itu sudah ketinggalan jauh 2-11, tapi kami bisa menyusul dan menang. Makanya, begitu kami menang lawan tanya," You pakai jimat apa?" Padahal kan berkat Tuhan, bukan jimat ya hehehe.

"Kalau melihat kekuatan di ganda putri, kami memang sudah juara Asian Games, so prediksi buat juara di All England waktu itu memang kuat. Tapi, kalau ganda campuran itu makin berkesan karena kami yang pertama dari Indonesia, bahkan dari Asia. Bisa jadi lawan bingung karena kami tak main depan dan belakang, namun sejajar seperti bermain ganda putra dan ganda putri.

"Selain itu, faktor istirahat. Sebelum 1979 itu, saat bermain di All England, kami, tim Indonesia tinggal di Wisma Indonesia yang sangat jauh, masih naik kereta ke Wembley. Pada 1976, Tjun Tjun (Wahyudi) mencoba bermain dua nomor, ganda putra dan ganda campuran, malah harsu tidur di GOR. Sejak itu, pemain-pemain kita tidak mau. Barulah di tahun 1979 itu kami menginap di Hotel Ekspress yang lokasinya bersebelahan dengan stadion maka okelah kami main ganda campuran, eh ternyata juara dua-duanya."

(fem/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com