detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 13 Mar 2019 16:42 WIB

Spekulasi Pelatih Tunggal Putri, PBSI Memang Dekati Riony Mainaky dan...

Mercy Raya - detikSport
Riony Mainaky dispekulasikan menangani tunggal putri PBSI. (Femi Diah/detikSport) Riony Mainaky dispekulasikan menangani tunggal putri PBSI. (Femi Diah/detikSport)
Jakarta - Riony Mainaky dispekulasikan bakal menangani tunggal putri pelatnas Cipayung. Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) tak menampik telah melakukan pendekatan sejak lama.

Kursi pelatih utama tunggal putri pelatnas bulutangkis di Cipayung, Jakarta Timur kosong hingga kini. Selama ini, Gregoria Mariska Tunjung dkk ditangani oleh asisten, Minarti Timur.

PBSI menjanjikan untuk mengumumkan usai All England atau pekan ini. Tapi, sampai saat ini, PBSI masih tutup mulut.

Nama Riony mencuat sebagai kandidat kuat pelatih tunggal putri itu. Rumor makin santer setelah dia mundur dari timnas Jepang, yang justru sedang bergairah menyambut Olimpiade 2020 Tokyo.


Ketua Harian PP PBSI, Alex Tirta, belum dapat memastikannya. Tapi, dia tak menolak jika PBSI melakukan pendekatan kepada Riony dan beberapa pelatih Indonesia yang ada di luar negeri.

"Belum, karena baru pada pulang (dari All England). Saya juga belum ke PBSI," kata Alex kepada detikSport, Rabu (13/3/2019).

"Kemungkinan itu ada. Ada beberapa calon, salah satu kandidat. Kan dia (Riony) masih ada di Jepang. Jadi, kami akan melihat apakah mungkin kembali ke Jakarta dsb. Jadi, salah satu kandidat," Alex menjelaskan.

"Ya kan Riony orang Jakarta. Kalau ketemu dalam pertandingan selalu bertemu, di China, Jepang. Kami ngobrol. Yang pasti dia pelatih Jepang, tapi hatinya buat Indonesia," Alex membeberkan proses komunikasi dengan Riony.

Selain Riony, muncul nama Mulyo Handoyo. Tapi, Alex belum bersedia berkomentar panjang.

"Tuh tahu dari luar juga, ya di antaranya. Yang jelas ada tiga (kandidat). Tapi, kami belum bisa umumkan dulu. Sesegera mungkin akan kami putuskan siapa, baru kami umumkan," katanya.

"Pokoknya yang terbaik lah. Dalam penilaian kami pilih yang terbaik dan cocok untuk karakter putri yang sekarang. Sementara untuk mengumpulkan dalam rapat ini kita harus lengkap dulu dengan Binpres. Kemudian yang lain ada Wakil Ketum, Sekjen, jadi harus lengkap dulu," dia mempertegas.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com