detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 18 Mar 2019 16:50 WIB

Runner-up Swiss Terbuka Bukti Rinov/Mentari Tak Gagap Naik Kelas

Mercy Raya - detikSport
Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari  diapresiasi sebagai runner-up Swiss Terbuka 2019. (Pradita Utama/detikSport) Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari diapresiasi sebagai runner-up Swiss Terbuka 2019. (Pradita Utama/detikSport)
Jakarta - Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari finis sebagai runner-up turnamen bulutangkis Swiss Terbuka 2019. Pelatih ganda campuran pelatnas, Richard Mainaky, mengapresiasi.

Rinov/Mentari dikalahkan wakil Denmark, Mathias Bay-Smidt/Rikke Soby, dengan skor 18-21, 21-12, 16-21 di final pada minggu (18/3).

Laga itu menjadi penampilan antiklimaks Rinov/Melati yang agresif sejak babak pertama. Di atas kertas, mereka diunggulkan untuk memenangi laga final atas pasangan Denmark yang berperingkat ke-109 dunia tersebut.

Richard melihat ada sisi positif dan negatif hasil itu. Seperti apa?


"Meski lawan nonunggulan, tapi lawan bisa lolos ke final mengalahkan unggulan kelima dari China Lu Kai/Chen Lu, itu berarti lawan punya kualitas baik," kata Richard kepada detikSport, Senin (16/3/2019).

"Ini pertandingan negara mereka yang keempat. Kalau mereka bisa tampil hingga ke partai final itu sudah sangat saya hargai," ujarnya lagi.

Sejak naik ke level senior, Rinov/Mentari memang menunjukkan penampilan yang menjanjikan. Mereka tampil impresif terutama di turnamen-turnamen Eropa.

Di Spanyol Master, mereka menembus perempatfinal, kemudian bisa melaju ke babak 16 besar Jerman Terbuka, dan mencicipi di All England meskipun langsung terhenti di babak pertama. Penampilan terbaik dicatatkan Rinov/Mentari, juara dunia bulutangkis junior 2017, itu pada Swiss Terbuka.

"Saya nilai prestasi mereka bagus mengingat mereka adalah pasangan muda cetakan Nova Widianto, juara dunia junior. Bahkan, sekarang mereka sudah naik ke utama dan menembus 20 besar dunia," katanya.

"Tapi tetap (perlu) ada peningkatan fisik dan kualitas teknis. Mereka juga butuh jam terbang lebih banyak lagi biar cepat matang dan punya pengalaman untuk bersaing kejuaraan papan atas," dia menyarankan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com