detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 29 Mar 2019 06:01 WIB

Jelang Debat Capres, Ini Curhat Hendra/Ahsan

Mercy Raya - detikSport
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menyimpan harapan kepada capres dan cawapres terpilih. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan relaks menjelang debat capres akhir pekan nanti. Mereka berhara kesejahteraan atlet meningkat di masa datang.

Debat capres dan cawapres dalam rangkaian menjelang pemilihan presiden bergulir lagi pada Sabtu (30/3). Kendati debat memasuki seri keempat, Hendra dan Ahsan belum pernah nonton sekalipun. Sebab, di pekan-pekan lalu, mereka harus menjalani tur Eropa.

Sudah begitu, di akhir pekan, jadwal pelaksanaan debat capres dan cawapres, justru menjadi masa-masa krusial bagi mereka. Biasanya, Sabtu dan Minggu merupakan jadwal babak semifinal dan final.

"Saya sih kurang suka berdebat, Mbak. Kenapa? Ya capek saja melihat berdebat. Kalau kita dukungnya A, mau sejelek apapun pasti kita dukung. Pasti yang B, yang ini jelek saja, yang benar pasti dukungan kita. Ya sudah lah biarkan saja hahahaha," kata Ahsan dalam One on One detikSport.

Ketimbang mengomentari debat, Hendra dan Ahsan memilih untuk menitipkan harapan kepada capres dan cawapres, siapapun nanti yang terpilih. Apa itu?

"Ya mungkin perhatiannya jauh lebih baik dibanding dulu-dulu. Cuma lebih perhatian lagi. Istilahnya kalau kita lihat di Malaysia, jika juara Asian Games atau Olympic itu ada tunjangan seumur hidup. Nah, mungkin di Indonesia ke depan seperti itu setelah mainnya," kata Hendra.

Pemerintah telah menghapus tunjangan hari tua untuk olimpian karena tak ada kejelasan payung hukum. Kebijakan itu dicetuskan Menpora Imam Nahrawi pada perayaan Hari Olahraga Nasional 2015. Dalam pelaksanaannya, dana itu baru bisa direalisasikan pada Mei 2016 dengan dasar hukum Peraturan Menteri.

"Iya ada, tapi tidak ada lagi," kata Hendra.

"Ya harusnya kalau juara diperhatikan semua. Namanya prestasi kan bersaing," Ahsan menimpali.

"Sama, mungkin, (soal) pajak. Soalnya hadiah, istilahnya kami jungkir balik buat negara, kami mengibarkan bendera, pulang-pulang dipajakin hahaha ya gimana gitu," dia menambahkan.

"Kecuali kami pebisnis atau apa. Kami kan berjuang untuk negara, berjuang semaksimal mungkin buat Indonesia," Ahsan menyarankan.

"Jalur khusus soal pajak? Ya, apa saja. Istilahnya jangan dipukul rata lah," juara dunia 2015 itu menegaskan.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com