detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 23 Apr 2019 11:46 WIB

3 Ganda Putra Indonesia di 5 Besar Dunia, Bagaimana Pembagian Tiket Olimpiade?

Mercy Raya - detikSport
Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto harus bertarung dengan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi dan Hendra Setiawan/Mohammad/Ahsan ke Olimpiade 2020. (Grandyoz Zafna/detikSport) Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto harus bertarung dengan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi dan Hendra Setiawan/Mohammad/Ahsan ke Olimpiade 2020. (Grandyoz Zafna/detikSport)
Jakarta - Tiga ganda putra Indonesia mengisi lima besar dunia. Pelatih pelatnas bulutangkis ganda putra, Herry Iman Pierngadi, menegaskan membuka persaingan bebas di Kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

PBSI mematok target kepada tiap sektor di pelatnas bulutangkis untuk meloloskan dua wakil ke Olimpiade 2020. Artinya, sektor ganda harus menempatkan minimal dua pasangan di delapan besar, sedangkan untuk nomor tunggal minimal dua pemain di peringkat 16 besar hingga masa akhir kualifikasi, April 2020.

Berkaca laju saat ini, ganda putra yang cukup menjanjikan. Mereka menempatkan tiga pasangan di lima besar peringkat dunia; Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di peringkat pertama, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di peringkat keempat, dan Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto di peringkat kelima.

Situasi itu sudah diprediksi sejak awal. PBSi pun ditekan untuk segera menentukan kriteria agar tak muncul pro dan kontra di kemudian hari, karena satu pasangan, Hendra/Ahsan, bukan lagi pebulutangkis peltnas. Berkaca kepada kasus yang sudah-sudah, perebutan tiket Olimpiade antara pebulutangkis pelatnas dan nonpelatnas diwarnai konflik.

Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti, merespons dengan menyebut pemilihan pemain tak hanya berpatokan kepada peringkat untuk menentukan wakil Indonesia ke Olimpiade 2020. Dia juga bakal menghitung head to head tiap pemain dengan rival.

Sementara itu, Herry membuka pertarungan bebas kepada tiga pasangan itu untuk mengamankan tiket Olimpiade. Tapi, keputusan akhir diserahkan kepada Susy.


"Menurut saya karena sudah ada di lima besar dunia kita tak bisa membatasi, menghalangi, lebih baik kalau menurut pribadi saya fair saja, kita adu, siapa terbaik itu yang ikut," kata Herry di Pelatnas PBSI, Cipayung, kepada detikSport.

"Tapi, nanti yang memutuskan PBSI oleh Binpres dan akan dirilis mereka atau seperti apa. Saya hanya menunggu karena pekan ini sudah mulai hitungan Olimpiade jadi lebih cepat lebih baik," ujarnya menjelaskan.

Meski menyerahkan keputusan akhir kepada Susy, namun Herry memiliki pendapat sendiri. Dia mengutamakan peringkat akhir pemain.

"Menurut saya tetap rangking. Ini sudut pandang pribadi ya. Nanti keputusan ada dari PBSI apakah menurut rangking atau gimana. Silakan saja saya tunggu. Tapi, saya pribadi ya silakan saja diadu saja mana rangking terbaik itu yang ikut. Jadi lebih fair, terbuka, persaingan juga sehat," ujar dia.

"Ada saja (memberikan opsi). Tapi biar bagaimanapun itu anak buah saya semua, sama, jadi saya tidak boleh pilih kasih, yang menentukan prestasi mereka lah," dia menegaskan.


Kualifikasi Olimpiade 2020 dimulai 29 April 2019 hingga 26 April 2020.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com