detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 29 Apr 2019 12:40 WIB

Nirgelar di Kejuaraan Bulutangkis Asia, Lonceng Peringatan ke Olimpiade 2020

Femi Diah - detikSport
Foto: dok. Humas PBSI Foto: dok. Humas PBSI
Jakarta - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi finalis di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019. Asisten pelatih, Aryono Miranat, memberikan evaluasinya.

Kevin/Marcus menutup Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019 di Wuhan sebagai runner-up. Mereka dikalahkan pasangan Jepang, Hiroyki Endo/Yuta Watanabe di babak final, Minggu (28/4/2019).

Laju itu sudah meningkat ketimbang tiga turnamen sebelumnya di 2019. Kevin/Marcus terhenti di babak pertama All England, kemudian perempatfinal Malaysia Terbuka, dan semifinal Singapura Terbuka.

Tapi, jika dibandingkan pencapaian tahun lalu dengan mendominasi turnamen elite (delapan kali juara turnamen terbuka dan satu medali emas Asian Games 2018), laju Kevin/Marcus tahun ini menurun. Apalagi, kekalahan dari Endo/Watanabe di wuhan itu cukup telak 18-21, 3-21.


Ganda putra lain, Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto, juga belum konsisten. Dari tujuh turnamen, mereka menjadi juara di Swiss Terbuka.

Aryono, yang mendampingi pemain ganda putra Indonesia di Wuhan, menyebut ganda putra harus segera berbenah. Apalagi, tak lama lagi kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo berjalan.

"Ini sudah mau pengumpulan poin ke Olimpiade, ini jadi peringatan buat kami, bukan hanya Kevin/Marcus tapi juga Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto). Kevin/Marcus walaupun sekarang masih rangking satu tapi tetap tidak boleh lengah, latihannya harus lebih keras lagi," kata Aryono dalam rilis PBSI kepada detikSport.

"Kalau bicara soal beban seperti ini sih dari dulu ya, karena mereka selalu jadi andalan. Dulu mereka kalau mau menang, dapat kemenangan juga enggak gampang kok, tapi mereka punya fighting spirit yang luar biasa, mentalnya nggak mau kalah," ujar dia.

(fem/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed