detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 03 Mei 2019 06:41 WIB

Kualifikasi Olimpiade Dimulai, Liliyana Titip Pesan untuk Ganda Campuran

Mercy Raya - detikSport
Liliyana Natsir berharap Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti bisa menjaga kestabilan performa selama kualifikasi Olimpiade 2020 (Foto: Rifkianto Nugroho) Liliyana Natsir berharap Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti bisa menjaga kestabilan performa selama kualifikasi Olimpiade 2020 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Pengumpulan poin menuju Olimpiade 2020 sudah dimulai. Kepada para penerusnya di ganda campuran, Liliyana Natsir berpesan agar menjaga kestabilan performa.

Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti jadi harapan Indonesia di sektor ganda campuran setelah Liliyana pensiun. Mereka berturut-turut menempati peringkat tujuh dan sembilan dunia.

Namun sejauh ini prestasi kedua pasangan tersebut belum stabil. Setelah jadi juara Thailand Terbuka pada 2018, prestasi Hafiz/Gloria terbaik sejauh ini adalah runner-up Jerman Terbuka 2019. Sedangkan di turnamen level 500 tahun ini, Hafiz/Gloria terhenti di semifinal Singapura Terbuka dan India Terbuka.

Sementara itu, torehan terbaik Praveen/Melati adalah runner-up di India Terbuka super 500 pada 2018 dan 2019. Di Singapura Terbuka dan Kejuaraan Asia tahun ini, langkah mereka cuma sampai babak 16 besar.


Pengumpulan poin Olimpiade sendiri sudah dimulai di Selandia Baru Terbuka 2019 yang bergulir 30 April-5 Mei. Liliyana meminta Hafiz/Gloria dan Praveen/Melati agar fokus menjaga kestabilan performa dalam serangkaian turnamen menuju Olimpiade.

"Saya bilang stabil tapi memang kita lihat yang peringkat atas itu ada Hafiz/Glo, Jordan/Melati memang belum stabil. Masih ada naik turunnya. Hafiz/Glo sudah mulai tuh terakhir semifinal. Itu harus dipertahankan. Masih ada waktu lah satu tahun sampai ke Olimpiade. Enggak ada yang engga mungkin," kata Liliyana di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

"Tapi jangan bilang tahun ini dia super lalu tahun depan juga pasti super. Belum tentu juga. Jadi jangan putus asa. Semua orang punya kesempatan ke Olimpiade. Saya pernah merasakan itu."

"Waktu 2015 saya turun, 2016 mungkin saya tak ditargetkan tapi saya bisa buktikan itu. Jadi semua punya kesempatan yang sama di olimpiade. Olimpiade itu misteri. Engga semua top rangking yang bisa," ujarnya menjelaskan.

"Ini kan baru mulai Selandia Baru jadi belum bisa kelihatan sih. Yang penting satu tahun ini sampai akhir perhitungan prestasinya harus stabil. Jangan ada naik terus turun itu rangkingnya bisa jauh turun. Kalau stabil saya rasa bisa, minimal semifinal," katanya.

(mcy/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com