detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 03 Mei 2019 16:25 WIB

Ini Penjelasan Susy Susanti tentang Komposisi Timnas ke Piala Sudirman

Mercy Raya - detikSport
Ni Ketut Istarani dinilai fleksibel untuk dipasangkan dengan siapa saja. (Grandyos Zafna/detikSport) Ni Ketut Istarani dinilai fleksibel untuk dipasangkan dengan siapa saja. (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - PP PBSI tak sembarangan menentukan komposisi skuat Indonesia ke Piala Sudirman 2019. Seperti apa pertimbanganya?

Piala Sudirman tahun ini dilangsungkan di Guangxi Sport Center Gymnasium, Nanning, China, 19-26 Mei. Indonesia tergabung di Grup B bersama Denmark dan Inggris.

Mengirimkan 20 pemain, skuat Indonesia terdiri dari 18 pebulutangkis putra dan 12 putri. Di antara pemain yang didaftarkan, PBSI menyertakan ganda putra senior, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan untuk mendampingi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Selain itu, ganda putri menyeratakan tiga pemain, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, dan Ni Ketut Mahadewi Istirani.

Manajer Indonesia ke Piala Sudirman 2019, Susy Susanti, menjelaskan komposisi pemain yang lebih banyak di ganda putra dan minim di sektor ganda putri. Dia bilang keputusan diambil dengan mengajak bicara pelatih dari lima sektor.


"Itu karena kebutuhan tim. Terakhir, waktu dulu saya sempat bilang memang nama-nama sudah ada tapi itu belum keputusan akhir. Kami masih lihat perkembangan terakhir akhirnya memang ada perubahan signifikan," kata Susy kepada detikSport di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

"Jadi ganda putri kami cuma kirim tiga karena pertama kita tahu Greysia Polii/Apriyani Rahayu merupakan pemain andalan kami. Nah, sisanya kami mencari cadangan yang bisa all around, bisa main kemana saja, dan secara tim sudah siap makanya akhirnya Ketut yang dipilih," dia menjelaskan.

Dia juga menjelaskan memilih tiga pemain ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dalam tim itu. Hanya saja, memang, secara head to head masih kurang bagus.

"Contohnya, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kalau melawan ke A bagus tapi kalau ke B kurang. Akhirnya, kami pilih yang Tontowi Ahmad pengalaman, tapi kalau tak sama Winny Oktavina Kandow juga susah karena rombak dengan pasangan lain kami juga tak ingin ambil risiko. Untuk itu, kami pilihan yang ada," ujarnya.

"Akhirnya, ya untuk ganda campuran dan ganda putri ini cukup kok. Ini kan enggak main terus seperti piala uber yang terus-terusan. Ini hanya sekali-sekali saja dan kami melihat kebutuhan juga," katanya.

Dari sektor tunggal putra, Susy juga mempertimbangkan Shesar Hiren Rhustavito untuk memperkuat tim khususnya tunggal putra untuk mengantisipasi jika ada salah satu tunggal yang sakit.

"Vito dari progress naik dicoba diberegu juga bagus. Terakhir dia mengalahkan Kidambi Srikanth juga menang, yang mana Jonatan Christie dan Anthony Ginting agak sulit tapi dia bisa. Jadi untuk perkuat kami pilih," jelas jawara Piala Sudirman 1989 ini.

"Sedangkan untuk tunggal putri kita tahu kekuatan kami ada dua Gregoria Mariska dan Fitriani. Sementara ganda putra kami turunkan tiga pasang karena memang itu andalan kita,"

"Jadi memang yang peluangnya 50:50. Kami akan lihat mana yang diperkuat makanya keluarlah nama-nama tersebut. Tentu harapannya dengan skuat yang bisa mendapatkan hasil terbaik," harap istri dari legenda pebulutangkis Alan Budikusuma ini.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com