detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 21 Mei 2019 12:25 WIB

Laporan dari China

Lawan Denmark di Piala Sudirman, Tunggal Putra Jangan Gampang Buang Poin

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie (kiri) dan Anthony Sinisuka Ginting mengikuti latihan di Nanning, China, Senin (20/5/2019). (Wahyu Putro A/Antara) Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie (kiri) dan Anthony Sinisuka Ginting mengikuti latihan di Nanning, China, Senin (20/5/2019). (Wahyu Putro A/Antara)
Nanning - Tunggal putra menjadi salah satu nomor krusial bagi Indonesia di laga dengan Denmark pada lanjutan babak grup B Piala Sudirman 2019. Siapa pun yang diturunkan diingatkan agar tak mudah membuat kesalahan sendiri.

Indonesia menghadapi Denmark pada pertandingan kedua Grup B Piala Sudirman 2019, Rabu (22/5/2019) malam WIB. Denmark diprediksi memberikan perlawanan alot usai kalah 2-3 dari Inggris, Senin (20/5/2019).

Tunggal putra menjadi salah satu andalan Denmark untuk meraih poin. Mereka diprediksi akan menurunkan tunggal putra terbaiknya, Viktor Axelsen.


Dua tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, sudah beberapa kali bertemu dengan Axelsen. Anthony mempunyai catatan head to head yang sedikit lebih baik atas Axelsen ketimbang Jonatan.

Anthony unggul 2-1 atas Axelsen. Sementara itu, Jonatan tertinggal 1-3 dalam catatan pertemuan dengan juara dunia 2017 tersebut.

Bagi pelatih tunggal putra, Hendry Saputra, siapa pun yang diturunkan, antara Anthony atau Jonatan, tak ada bedanya. Ia hanya menekankan agar Anthony atau Jonatan tidak banyak membuat kesalahan sendiri.

"Tidak ada bedanya, selama bisa fokus dan tidak melakukan kesalahan sendiri. Contoh saja Jonatan waktu kalah dari Axelsen di Singapura, kalahnya cuma last minute, tinggal satu-dua poin itu karena mati sendiri. Itu karena cara mainnya, penggunaan stroke salah mengakibatkan lawan lebih gampang," ujar Hendry.

"Kalau Ginting kan beberapa kali menang, tapi kalau saya bukan masalah menang kalahnya, tapi harus lebih safe lagi lebih fokus lagi. Lebih telaten bahasanya. Kalau itu bisa dijaga terus konsisten mainnya, nggak ada masalah, mainnya bisa lebih berkembang," dia menjelaskan.

Bagi Hendry, level Anthony dan Jonatan tak kalah jauh dari Axelsen. Makanya, detail-detail kecil lah yang akan jadi penentu.

"Saya selalu kasih kesempatan untuk tim saya. Optimisme harus tinggi. Soalnya nanti ada kejuaraan lain, learning by doing, belajar dari pengalaman untuk misi yang paling penting, salah satunya ini," Hendry mengucapkan.

"Buahnya ada atau tidak? Ada. Kalau kita ingat 3-4 tahun lalu, seorang Ginting, Jonatan, dibandingkan dengan Viktor Axelsen bagai bumi dan langit. Sekarang, mereka sudah bisa mendekati," dia menambahkan.

"Tapi karena kita berharapnya lebih, persiapan kita berbeda, karena kita mau naik level. Ujungnya adalah kita harapkan dia lebih konsisten, jangan gampang mati sendiri, jangan gampang buang poin," katanya menegaskan.

(nds/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com