detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 24 Mei 2019 20:02 WIB

Kans Indonesia Versus Jepang, Taufik Hidayat: 50-50

Mercy Raya - detikSport
Anthony Sinisuka Ginting (dok. Humas PBSI) Anthony Sinisuka Ginting (dok. Humas PBSI)
Jakarta - Indonesia akan menghadapi Jepang di semifinal Piala Sudirman 2019. Legenda bulutangkis Taufik Hidayat mengatakan peluang kemenangan Indonesia atas Jepang 50:50.

Tampil di Guangxi Sports Centre Gymnasium, Jumat (24/5), Indonesia berhasil mengatasi Taiwan dengan kemenangan tipis 3-2. Kemenangan itu membawa Skuat Merah Putih berebut tiket final dengan Jepanng, yang melaju ke empat besar usai mengalahkan Malaysia 3-0.

Taufik menilai di atas kertas Indonesia memang kalah jika dibandingkan dengan Jepang secara individu. Tapi, pemilik medali emas Olimpiade 2004 Athena itu optimistis dengan kemampuan Indonesia.


"Saya kira peluangnya 50:50ya. Memang dibanding semuanya, Jepang paling merata kekuatannya. Tapi, bukan berarti kita tidak bisa ambil. Tinggal kita harus unggul lebih dulu," kata Taufik kepada detikSport, Jumat (24/5/2019).

Di antara sektor yang ada, Indonesia memiliki peluang terbesar untuk meraih poin ada di sektor ganda putra. Dengan membawa tiga pasang,Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, PBSI leluasa menurunkan pemain.

Tapi, sektor lain diakui atau tidak memang kalah kelas. Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan satu pemain Ni Ketut Istirani Mahadewi memiliki rkeor kurang sip jika bersua pasangan Jepang. begitu pula nomor tunggal putra dan putri.

"Ya, harus belajar dari kekalahan dari dua tahun lalu. Di sini harus ada kejelian pelatih dan manajernya siapa yang akan dipasang," ujarnya.

Terpisah, legenda bulutangkis Rudy Hartono mengatakan secara kekuatan Jepang sangat merata hampir di seluruh sektor.

"Jepang cukup kuat. Tunggal putranya Kento Momota juara terus, double mereka okelah masih bisa kalah dari kita, ganda campurannya juga. Tapi perlu diingat ganda putri mereka peringkat satu dunia, jadi perlu kerja keras," dia mengungapkan.

"Kecuali Momota tiba-tiba kelingking kakinya luka atau cedera. Nah, itu namanya untung kita," kata delapan kali juara All England ini.

"Tapi kalau secara (peluang) saya memandangnya hanya satu. Sudah kita berjuang saja karena sampai final saja itu sudah bagus. Jangan terlalu muluk-muluk dulu lah, bebannya berat," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com