detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 18 Jun 2019 12:45 WIB

Gregoria Mariska Cs Harus Bisa Atasi Situasi Terjepit untuk Naik Level

Mercy Raya - detikSport
Gregoria Mariska harus bsia keluar dari tekanan dengan upaya sendiri di tiap pertandingan. (Wahyu Putro A/Antara Foto) Gregoria Mariska harus bsia keluar dari tekanan dengan upaya sendiri di tiap pertandingan. (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - Pelatih pelatnas PBSI tunggal putri, Rionny Mainaky, mengharapkan hasil maksimal di Indonesia Terbuka 2019. Rionny mengasah mental Gregoria Mariska Tunjung dkk agar mudah keluar dari tekanan.

Indonesia Terbuka 2019 berlangsung di Istora, Senayan, 16-21 Juli. PBSI menyoroti tiga pemain tunggal putri utama di ajang BWF Super 1000 itu, yakni Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, dan Ruselli Hartawan.

Mantan pelatih tim nasional Jepang itu mengatakan telah melakukan persiapan termasuk evaluasi menyeluruh kepada Gregoria dkk. Salah satunya, soal kelemahan tunggal putri yang belum bisa mengambil keputusan sendiri saat bertanding.


"Waktu di Australia Terbuka mereka sudah bagus dari mulai latihan hingga pemanasan sampai masuk lapangan dan start. Tapi saat kejegal ada rasa takut dan itu bukan mental melainkan soal cara ambil keputusan. Seperti apakah harus menyerang, reli, itu yang mereka masih ragu-ragu," kata Rionny di Pelatnas PBSI, Cipayung.

"Jadi rasa takut itu yang membuat mereka mau cepat menghabisi. Padahal sedang memimpin, mau cepat selesai," dia mempertegas.

Adik dari Richard Mainaky ini optimistis kelemahan tersebut bakal cepat teratasi. Dia akan menciptakan atmosfer tersebut di tiap latihan.

"Ya, kami harus beri instruksi lebih kepada mereka, masukan juga, tinggal tergantung pemain bisa lebih cepat tangkap atau tidak. Sebenarnya tak perlu waktu lama kalau mereka mau cepat menangkap dan mau bisa,"

"Intinya harus dibiasakan, dan bukan cuma di biasakan, tapi mereka harus konsentrasi. Kadang-kadang kami servis dia kasih asal, berarti kualitasnya tak ada. Jadi yang terima harus bagus, balikannya juga harus bagus. Masukan saya begitu. Kalau cuma kasih latihan lagi banyak apa, semua sama, lari sama, training sama, lari di belakang, tapi ini cara main di game," ujarnya.

Rionny berharap dengan waktu persiapan panjang ini atletnya mampu memberi kejutan di turnamen BWF World Tour Super 1000.

"Indonesia Terbuka memang menjadi ujian buat mereka dan saya, karena bicara semifinal tapi di Australia justru kami sudah kandas di babak pertama. Makanya, saya inginnya mereka buat kejutan. Umumnya kalah menang tapi jangan memalukan lah," kata dia.

"Kalah pun lawan harus babak belur juga, itu maunya di sana karena untuk loncatan berikutnya. Ini gim kedua sudah habis. Padahal kalau menang beda cerita, saat gim ketiganya bisa kelihatan, sayang itu sering lewat," dia menjelaskan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com