detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 19 Jun 2019 19:30 WIB

Melati Nikmati Status 'Miss Runner Up'

Mercy Raya - detikSport
Foto: dok Humas PP PBSI Foto: dok Humas PP PBSI
Jakarta - Ganda campuran Indonesia Melati Daeva Oktavianti tak risau dengan status runner up yang berulang kali dituai. Dia optimistis menjadi juara tak lama lagi.

Bersama Praveen Jordan, Melati menjadi runner up turnamen BWF empat kali. Yakni, India Terbuka (2018 dan 2019), Selandia Terbuka 2019, juga Australia Terbuka 2019.

Melaju ke partai puncak di turnamen BWF World Tour Super 300, tapi lagi-lagi mereka gagal pecah telur. Langkah Praveen/Melati dihentikan pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping dengan skor 15-21, 8-21.

Melati tak minder dengan status runner up. Tapi dia termotivasi untuk membuktikan dia bisa juara.


"Enggak dong (minder). Itu jadi motivasi bukan berkecil hati. Sedikit lagi. Mungkin orang-orang beda menyikapinya kalau saya enjoy menjalaninya," kata Melati saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Tetapi pemain kelahiran 28 Oktober 1994 ini tak menafikan rasa geregetnya. Apalagi di tahun ini sudah ketiga kalinya dia masuk final dan berakhir kekalahan.

"Greget apalagi tahun ini sudah tiga kali. Tapi ini jadi bahan evaluasi masih banyak yang harus dibenahi. Contohnya, di Australia, itu kan susah sekali mendapat poin di gim kedua, marginnya juga jauh sekali. Sementara, di gim pertama masih lumayan lah. Artinya lawan juga sampai jatuh bangun. Ya itu yang harus kami benahi," dia menjelaskan.

Melati akan menjalani turnamen Indonesia Terbuka pada 16-21 Juli di Istora, Senayan. Dia mematok target semifinal.

"Kalau saya enggak muluk-muluk masuk empat besar dulu. Jadi setelah itu habis-habisan untuk menuju final dan juara," kata pemain berperingkat tujuh ini.

Melati juga sudah mempersiapkan diri jika nanti undian akan mempertemukan dia dengan pasangan China kembali. China selalu menjadi momok Indonesia di setiap turnamen. Saat ini, ada dua pasangan China menempati peringkat pertama dan kedua rangking BWF, Zheng Siwei/Huang Yaqiong dan Wang Yilyu/Huang Dongping.

"Peluangnya 50:50 tapi termotivasi untuk mengalahkan mereka karena sudah tahu pola mainnya. Tapi kan balik lagi di lapangannya nanti karena lawan pasti ubah-ubah strategi. Jadi, memang harus disiapkan apapun metode permainan lawan," kata Melati.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com