detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 11 Jul 2019 12:03 WIB

Jonatan dan Anthony, Jangan Melempem di Indonesia Open 2019!

Mercy Raya - detikSport
Jonatan Christie diharapkan menuai hasil maksimal di Indonesia Open 2019. (Wahyu Putro A/Antara Foto) Jonatan Christie diharapkan menuai hasil maksimal di Indonesia Open 2019. (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menaruh harapan besar kepada Jonatan Christie dkk di Indonesia Open 2019. Tapi, pelatih pelatnas tunggal putra, Hendry Saputra Ho, tak mematok target muluk.

Jonatan dan Anthony Sinisuka Ginting ditantang untuk bicara banyak di Indonesia Open mulai 16-21 Juli di Istora, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Berdasarkan drawing, Jonatan dan Anthony akan menjalani laga-laga yang relatif tak ringan.

Di babak pertama Indonesia Open 2019, boleh dibilang Jonatan akan bersua lawan yang di atas kertas lebih ringan, yakni wakil Denmark, Rasmus Gemke. Jika berhasil melaju ke babak kedua, barulah Jonatan bersua lawan yang relatif lebih berat.


Jojo, panggilan karib Jonatan Christie, berpeluang akan bertemu Lin Dan dan Chou Tien Chen, unggulan keempat. Itu dengan catatan keduanya juga mulus melewati dua babak seeblumnya.

Sementara itu, Anthony yang menjadi unggulan ketujuh akan berhadapan dengan wakil China, Lu Guangzu. Mereka belum pernah saling mengalahkan.

Dia juga berpeluang bertemu lawan berat saat di quarterfinal yakni unggulan satu dari Jepang Kento Momota. Keduanya tercatat sudah pernah saling mengalahkan. Head-to-head keduanya, Kento lebih diunggulkan dengan delapan kemenangan dari 11 kali pertemuan mereka.

Atas dasar itu, Hendry pun menimbang-nimbang target yang paling realistis untuk atletnya.

"Target saya semifinal dua-duanya. Terlepas itu, kami akan memaksimalkannya karena tidak mudah jika sudah capai semifinal," kata Hendry saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

"Cuma pemain Indonesia Open itu itu saja tak ada yang berbeda. Nilai poinnya saja lebih tinggi karena tuan rumah tuntutan lebih besar. Yang penting siap saja," dia menambahkan.

Namun, Hendry juga tak mematok Jonatan harus memberi kejutan. Dia fokus agar atletnya bisa menguasai permainan dan memberikan hasil yang lebih baik.

Di Indonesia Open 2018, Jonatan langsung kandas di babak pertama setelah kalah dari Vikto Axelsen. Sedangkan Anthony, dihentikan musuh bebuyutannya, Kento Momota, di babak kedua.

"Tidak ada. Mengharapkan dia (Jonatan) final bisa juara dengan (status) tuan rumah semestinya main lebih bagus dan maksimal. Jika itu bisa dilewati, permainan bisa dikuasai, maka hasil tentu lebih baik. Untuk itu di sini kami uji konsistensinya. Jika bisa konsisten dari segi mental, daya juang, teknik bermain, dan cara bermain saya rasa hasilnya lebih banyak," ujar dia.

Hendry menyadari bermain di Istora memiliki dua sisi mata uang bagi anak asuhnya. SUporter bsia menjadi pendukung yang luar biasa, namun juga bisa berperan sebagai tekanan yang tak akan dijumpai di turnamen lain. Hendry pun telah membekali anak asuhnya dengan persiapan khusus.

"Ada tapi tidak semudah ucapan. Penerapan ini cuma kasih tips supaya bermain lebih ulet, tidak gampang mati dan dimatikan. Setelah itu, baru lihat kesempatan apa yang bisa dihasilkan," kata Hendry.




Jonatan dan Anthony, Jangan Melempem di Indonesia Open 2019!


Simak Video "Anthony Ginting Gagal Melaju ke Perempat Final Indonesia Open"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com