detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 19 Jul 2019 18:40 WIB

Ganda Campuran Babak Belur di Indonesia Open, Richard Optimistis Menuju Tokyo

Mercy Raya - detikSport
Richard Mainaky, pelatih ganda campuran pelatnas PBSI (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Ganda campuran babak belur di Indonesia Open 2019. Tapi, pelatih ganda campuran Richard Mainaky tetap optimistis menatap Olimpiade 2020 Tokyo.

PBSI menurunkan enam wakil di Turnamen BWF World Tour Super 1000. Mereka yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Ronald/Annisa Saufika, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, dan Ronald Rivaldi/Pitha Haningtyas Mentari, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

Dalam perjalanannya, lima wakil berguguran di babak awal. Tontowi/Winny melaju paling jauh, sampai di babak perempatfinal. Menghadapi pasangan peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, Tontowi/Ahmad hanya mampu mengambil satu gim dan takluk 21-11, 14-21, dan 21-14 dalam pertandingan di Istora, jumat (19/7/2019).


Kendati anak asuhnya meraih hasil kurang sip di turnamen bulutangkis berhadiah total Rp 17.4 miliar, Richard tetap percaya diri dalam perebutan poin Olimpiade 2020. Dia akan mengevaluasi penampilan Praveen/Melati.

"Sebenarnya, kami berharap kepada Praveen/Melati cuma kembali ke mental mungkin Melati tak siap. Mereka masih mencari gelar juara, belum juara. Sementara di sini mereka menjadi unggulan Indonesia, main di tuan rumah, ternyata Melati kurang siap," kata Richard mengomentari hasil timnya.

Richard juga mengakui bahwa dirinya terlambat untuk menyiapkan para pemain muda. Padahal dia tahu, Liliyana Natsir dan Debby Susanto akan gantung raket. Tapi, dia yakin ganda campuran bisa meloloskan dua wakilnya.

"Menjelang Olimpiade 2016, pemain muda saya fokuskan bantu Tontowi/Liliyana. Itu risiko buat saya. Saya optimistis meloloskan mereka ke Olimpiade dulu. Kalau Tontowi/Liliyana kan sebelum meraih emas sering gugur di babak pertama. Itu kan berbalik dan meraih medali emas. Jadi saya optimistis mereka bisa ikut Olimpiade, dua pasang," dia menjelaskan.

"Saya akan cari formula dan benahi kekurangan supaya bisa seperti ganda campuran sebelumnya. Kalau kita lihat anak2 sekarang terbeban mental, tiga pasang masalah mental. Sekarang kami punya psikolog, Bapak Rahman. Kami akan kerja sama. Kembali lagi ini risiko," Richard menambahkan.

Menuju Tokyo, Praveen/Melati saat ini berada di peringkat tiga sementara, menyusul Hafiz/Gloria di peringkat delapan. Sedangkan Tontowi/Winny berada di peringkat ke-130.

"Masih ada peluang Tontowi/Winny, masih banyak kejuaraan untuk mengambil poin. Mereka akan turun di Jepang dan Thailand. Paling sedikit delapan besar, semifinal. Kalau bisa ke final atau juara lebih bagus," kata kakak kandung dari Rexy Mainaky ini.

"Kalau sudah lolos ke Olimpiade akan saya pertahankan emas. Kalau mereka sudah lolos, saya optimis meraih medali emas," dia melanjutkan.



Simak Video "Keluarga, Alasan Utama Tontowi Ahmad Pensiun dari Bulutangkis"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com