detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 19 Jul 2019 21:30 WIB

Kandas di Tangan Chan/Goh, Tontowi/Winny Akui Kalah Cerdik

Mercy Raya - detikSport
Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow kalah cerdik ketimbang lawan di perempatfinal Indonesia Open 2019. (Agung Pambudhy/detikSport) Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow kalah cerdik ketimbang lawan di perempatfinal Indonesia Open 2019. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, terhenti di perempatfinal Indonesia Open 2019. Mereka kalah cerdik di lapangan.

Pada partai yang digulirkan di Istora, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jumat (19/7/2019), Tontowi/Winny menghadapi pasangan peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Di gim pertama, Tontowi/Winny tertinggal lebih dulu, kemudian berhasil memaksa digelarnya gim ketiga. Tapi, gim terakhir tak termanfaatkan dengan baik, Tontowi/Winny harus mengakui kehebatan unggulan kelima tersebut setelah bermain satu jam dengan skor, 21-11, 14-21, 21-14.

"Saya merasakan permainan di gim pertama mungkin strategi yang kurang pas karena kami main lambat. Jadi bisa dibilang kami kalah dalam hal strategi, tapi di gim kedua kami bisa bermain cepat dan menyerang. Namun di gim ketiga, kami kalah licik. Mereka bagus mainnya, ada servis-servis panjang, nah kami kalah di sananya," kata Tontowi usai laga.


Tontowi sejatinya sudah mengenal karakter dari permainan sang lawan. Terakhir kali, saat bersama Liliyana Natsir, Tontowi memenangkan laga di Olimpiade 2016. Kini, Tontowi berhadapan dengan Winny. Meski, ini kali kedua mereka bertemu pasangan tersebut, Winny tak menampik ada rasa tegang sepanjang permainan, terutama di poin kritis.

"Bukan tegang tapi terburu-buru. Sudah tahu arah bola kemana, cuma karena ingin cepat-cepat mematikan jadi malah kami buat kesalahan sendiri dan akhirnya mati," Winny menjelaskan.

Sementara itu, pelatih ganda campuran Richard Mainaky mengatakan apapun yang terjadi oleh ganda campuran menjadi tanggung jawabnya. Dia berjanji akan membenahi seluruh kekurangan pemainnya.

"Yang tadi saya lihat Tontowi/Winny memang kalah pengalaman. Lawannya punya segudang pengalaman, pun sama halnya dengan Tontowi. Namun, Winny itu antara saya suruh jalankan strategi tapi antara percaya dan tidak. Artinya, terus main belakang depan belakang, memutar. Tapi akhirnya malah menjadi bumerang untuk mereka sendiri," Richard menjelaskan.

"Tapi secara keseluruhan saya cukup puas dengan permainan mereka karena mampu bersaing dengan pemain yang kualitasnya sudah dunia," ujar kakak kandung dari Rexy Mainaky ini.



Simak Video "Antusiasme Suporter di Laga Puncak Indonesia Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com