detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 12 Agu 2019 12:40 WIB

Herry IP Pede Kevin/Marcus Juara Dunia Tahun Ini, asal...

Mercy Raya - detikSport
Foto: Matt Roberts/Getty Images Foto: Matt Roberts/Getty Images
Jakarta - Pelatih pelatnas bulutangkis ganda putra, Herry Iman Pierngadi, optimistis Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juara dunia tahun ini. Asalkan, Minions memenuhi dua syarat utama.

Raja di turnamen terbuka bulutangkis sudah, kini Kevin/Marvus belum digadang-gadang menjadi kampiun di Kejuaraan Dunia. Dalam dua edisi terakhir, Minions, julukan fan bulutangkis kepada Kevin/Marcus, mendapatkan pelajaran penting yang bisa dijadikan bekal untuk menatap percobaan ketiga di Basel pada mulai 19-25 Agustus. Waktu itu, dua kali tampil, mereka dua kali terhenti di perempatfinal.

Pada Kejuaraan Dunia 2017, Kevin/Marcus dihentikan pasangan Rusia, Valdimir Ivanov/Ivan Sozonov, sedangkan tahun berikutnya, mereka kandas dari pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 19-21, 18-21.

Tahun ini, mereka kembali turun dan dipatok target juara. Apalagi setelah perfoma mereka yang kembali panas usai kemenangan Indonesia Open dan juara di Japan Open.


"Kalau saya tetap optimistis. Akan tetapi mereka harus kontrol emosinya. Mereka belum pernah juara di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade sehingga keinginannya tinggi. Nah, keinginan itu yang dikontrol jangan sampai berlebihan. Jika berlebihan risikonya kan ada. Umpamanya, karena ingin juara latihannya jadi sangat keras risikonya cedera," kata Herry ketika ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (12/8/2019).

Herry, yang dijuluki fan bulutangkis Coach Naga Api itu, menyebut Kevin/Marcus memetik pelajaran berharga dari dua edisi Kejuaraan Dunia Bulutangkis sebelumnya. Lagipula, Kejuaraan Dunia Bulutangkis tahun ini menjadi bagian pengumpulan poin olimpiade.

"Kejuaraan Dunia ini salah satu test case mereka juga sebelum Olimpiade 2020 ya. Mereka bisa tidak kontrol emosi karena biasanya di Olimpiade semua ingin menang. Apalagi jika diomongin, wah pasti juara ini, pasti menang, tahu-tahu babak pertama dan kedua kalah. Jadi kontrol emosinya harus bisa. Nah, ini salah satu test case-nya," dia menjelaskan.

"Kalau di Kejuaraan Dunia bisa kontrol dan dapat gelar, menuju Olimpiade lebih mudah lagi. Maksudnya sudah ada pandangan. Makanya, apapun hasil di Kejuaraan Dunia jadi test case mereka," Herry menambahkan.

Selain emosi yang harus dikontrol, Herry juga menjaga agar atletnya dalam kondisi fisik yang ideal. Kevin/Marcus harus nol cedera hingga Olimpiade 2020.

"Itu menjaganya harus bagus. Makanya, kadang-kadang pemain sebelum itu dipijat, otot-otot harus dikembalikan. Itu salah satu mencegah cedera. Otot kita ini seratnya banyak. Kalau abis dipakai tak diperbaiki bisa kusut, putus, jadi pemeliharaan harus benar. Kadang-kadang kalau pemain capek saya harus jaga, dan jauhkan dari cedera," ujar dia.



Simak Video "Masuk Final, Hendra/Ahsan Vs Kevin/Marcus di Denmark Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com