detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 23 Agu 2019 17:45 WIB

Pelatih Beberkan Evaluasi untuk Gregoria dan Fitriani di Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Mercy Raya - detikSport
Foto: Puspa Perwitasari/Antara Foto: Puspa Perwitasari/Antara
Jakarta - Asisten pelatih tunggal putri Indonesia, Minarti Timur, mengevaluasi penampilan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani, yang pulang cepat dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Apa katanya?

Indonesia menurunkan dua wakil di tunggal putri pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang berlangsung di Basel, Swiss, 19-25 Agustus 2019. Mereka, Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung.

Keduanya sama-sama pulang cepat. Fitriani kalah di putaran kedua setelah disingkirkan unggulan kedua, Tai Tzu Ying, dari Taiwan. Fitriani tunduk dari Tai Tzu Ying dengan skor 15-21, 14-21.

Gregoria kandas di putaran ketiga. Dia dikalahkan pebulutangkis Thailand, Ratchanok Intanon, dalam pertarungan tiga gim di babak ketiga.

Kesempatan Gregoria untuk memenangi laga itu cukup besar. Gregoria, yang menunjukkan keuletannya, sempat mencuri gim pertama dan mempin laga di gim kedua hingga skor 20-18.

Tapi, dia jsutru kalah di gim kedua dan ketiga sehingga menutup pertandingan dengan Ratchanok itu dengan skor 21-18, 21-23, dan 10-21.


Meski menyayangkan hasil akhir Gregoria, Minarti tetap mengapreasiasi penampilan Gregoria dan Fitriani. Minarti mencatat anak asuhnya belum dapat meredam keinginan untuk buru-buru menang.

"Kalau menurut saya memang anak-anak mainnya enggak jelek, lumayan lah. Fitriani bisa melawan Tai Tzu Ying, tapi memang bolanya Tzu Ying dalam, akurat, pengalaman, poin kritis, bisa mengubah bola pelan ke cepat, itu yang memang kami kalah," kata Minarti Timur kepada detikSport, Jumat (23/8/2019).

"Sementara itu, permainan Gregoria sudah pas, pola yang diterapkan selama evaluasi pertemuan mereka lima kali, Gregoria tahu cara main mengatasi Ratchanok, meski game kedua sempat goyang, tapi bisa menyusul. Poin 20-18 di gim kedua itu yang fatal. Mungkin Gregoria sudah ingin menang, akhirnya dia menjadi tegang sendiri," Minarti menjelaskan.

"Padahal bolanya mati itu bola gampang, cuma menyangkut, satu transisi menyangkut, padahal raket Ratchanok putus, jadi tunggu mati sendiri sebenarnya bisa ambil, tapi Gregoria tak memanfaatkan itu," ujar pelatih kelahiran 24 Maret 1968 ini.

"Ya, mungkin memang belum waktunya, mestinya sudah melawan dan mestinya bisa. Saya bersyukur puji Tuhan anak-anaknya mainnya sudah lumayan," dia menambahkan.

"Buat ke depan, masing-masing punya pembenahannya sendiri. Seperti Fitriani harus dipertajam lagi akurasinya, apalagi dia pemain relay, servis juga harus belajar, jadi tidak mudah out,"

"Sedangkan Gregoria kemarin sudah bagus, tapi karena dari gim kedua, sehingga di gim penentuan dia menjadi terbawa. Jadi mungkin fisik perlu ditambah sendiri, bagaimana fokus untuk masuk dulu bolanya, belajar mencoba cepat bangkit, jadi jangan sampai nge-drop banget," katanya.



Simak Video "Gregoria Kalah, Langkah Tunggal Putri Kandas di Indonesia Open"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com