detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 04 Sep 2019 20:13 WIB

Dompet Hilang Berujung Hendra/Ahsan Raih Emas di Kejuaraan Dunia 2019

Mercy Raya - detikSport
Pelatih pelatnas bulutangkis Herry Iman PIerngadi (Grandyos Zafna/detikSport) Pelatih pelatnas bulutangkis Herry Iman PIerngadi (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi sempat mengalami insiden tak mengenakkan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Dia kehilangan dompet dan paspor saat berbelanja.

Herry dikirim oleh PP PBSI untuk mendampingi atletnya di Kejuaraan Dunia Bulutangkis di Basel, Swiss, 19-25 Agustus 2019. Sebab, ganda putra mengirim wakil terbanyak yaitu empat pasang; Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Berry Angriawan/Hardianto, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Di sela-sela kejuaraan berlangsung, Herry bersama asisten pelatihnya, Aryono Miranat, menyempatkan diri pergi ke supermarket yang berada di perbatasan Swiss dengan Jerman. Kebetulan, pemain Indonesia bertanding sore di babak perempatfinal.

Tapi, di supermarket itu lah pengalaman kurang mengenakkan dimulai. Usai berbelanja Herry mengatakan kehilangan dompet dan paspor. Pelatih yang dijuluki Coach Naga Api ini bahkan sempat stres dibuatnya.


"Jadi Jumat saya dengan Aryono pergi ke perbatasan, kami naik kereta dari Swiss ke border dekat Jerman. Kami pergi ke supermarket untuk beli oleh-oleh. Nah, dompetnya hilang saat di sana. Saya sudah sempat ngomong ke Kedutaan Besar di sana, kata mereka nanti diurus, aman. Tapi, pikiran saya masih belum tenang karena uangnya lumayan. Saya waktu itu bawa 2000 USD, 300 euro, dan franc 300. meski saya juga sudah ikhlaskan," Herry menceritakan di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Pikiran Herry juga harus terpecah lantaran dua ganda putra akan bertanding dan dia harus mendampingi salah satunya. Pasangan lain, dijaga Aryono. Hendra/Ahsan akan melawan pasangan Taipei, Liao Min Chun/Su Ching Heng, dan Fajar/Rian menghadapi pasangan Korea, Choi SolGyu/Seo Seung Jae, yang sebelumnya mengalahkan Kevin/Marcus.

"Ketika sampai di lapangan saya coba hilangkan pikiran itu, tapi justru anak-anak di lapangan tahu semua. Saya sudah lapor kepada Susy Susanti (Kabidbinpres PBSI), mungkin Susy cerita. Ya, saya berusaha konsentrasi dan fokus dan ternyata bisa," ujar dia.

Keesokan harinya, Herry mencoba kembali ke supermarket, tempat kejadian dompet hilang, dan akhirnya ketemu.

"Jadi, setelah lapor polisi, saya kembali ke supermarket keesokan harinya. Saya deg-degan saat bertanya. Begitu djawab ada, waduh itu rasanya seperti (sudah) juara padahal belum final," kata Herry kemudian tertawa.

"Susy dan Pak Achmad Budiharto (Chief de Mission) sempat bilang, mungkin rezeki sudah mulai terbuka, tanda-tanda bakal juara," dia menambahkan.

Candaan itu menjadi kenyataan. Indonesia berhasil merebut satu medali emas melalui Hendra/Ahsan. Skuat Meraih Putih juga menggondol dua medali perunggu dari sektor ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.



Dompet Hilang Berujung Hendra/Ahsan Raih Emas di Kejuaraan Dunia 2019


Simak Video "Hendra/Ahsan Juara Dunia Bulutangkis, Wiranto: Tua-tua Keladi"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com