detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 09 Sep 2019 20:10 WIB

'Banyak Orang Berduit, tapi Belum Tentu Mau Fokus ke Bulutangkis'

Mercy Raya - detikSport
PB Djarum menghentikan audisi umum mulai tahun depan (Foto: Dok. PB Djarum) PB Djarum menghentikan audisi umum mulai tahun depan (Foto: Dok. PB Djarum)
Jakarta - Legenda bulutangkis Rudy Hartono ikut bersuara soal penghentian audisi umum PB Djarum. Menurutnya, tak semua klub punya duit banyak mau fokus membina bulutangkis.

Sudah bergulir sejak 2006, audisi umum PB Djarum tak akan lagi digelar mulai tahun depan. PB Djarum mengambil keputusan untuk menyetop audisi umum menyusul persoalan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

PB Djarum dituding mengeksploitasi tubuh anak demi kepentingan promosi lewat audisi umum. Yang jadi landasan KPAI, bersama Yayasan Lentera Anak, adalah UU Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah nomor 109/2012 tentang rokok sebagai zat adiktif berbahaya.


Rudy turut menyayangkan penghentian audisi umum PB Djarum. Sebab, menurut pemilik delapan gelar juara All England itu, tak banyak klub yang aktif menjemput bola dengan melakukan audisi untuk menjaga pembinaan bulutangkis.

"Menurut saya, pembinaan bulutangkis ini nggak banyak yang ikut serta. PB Djarum itu memang salah satu klub besar yang melakukan audisi paling intens dan aktif. Semua orang juga tahu Djarum punya dana, tetapi bukan soal dananya, melainkan Djarum yang punya konsentrasi ke bulutangkis. Nah, itu harus dihargai," kata Rudy ketika dihubungi pewarta, Selasa (9/9/2019).

Rudy yang juga merupakan ketua klub bulutangkis PB Jaya Raya itu menilai tak semua orang atau perusahaan yang mempunyai dana besar mau memprioritaskan olahraga. Djarum sendiri sudah melahirkan sederet pebulutangkis top seperti Liem Swie King, Haryanto Arbi, Alan Budikusuma, Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, sampai Kevin Sanjaya Sukamuljo.


"Semua orang bisa saja punya dana besar, tapi belum tentu punya konsentrasi ke olahraga seperti Djarum. Kebetulan sokongan ke bulutangkis sudah dilakukan oleh Djarum dan sudah banyak hasilnya. Demikian juga yang dilakukan oleh PB Jaya Raya. Dukungan yang diberikan tak sekadar sponsor pertandingan, itu lain lagi. Tapi betul-betul pembinaan," dia menjelaskan.

"Untuk itu, dari sudut pandang saya sebagai insan bulutangkis, jika audisi dihentikan, kasihan anak-anak tidak bisa berkembang cepat. Tetapi selama PB Djarum itu tetap mengadakan pembinaan, ya nggak ada masalah. Toh, sejauh ini memang diperbolehkan oleh PBSI dan tidak ada larangan dengan adanya PB Djarum," ujar peraih delapan gelar All England ini.

Meski demikian, Rudy juga tidak bisa ikut campur dalam persoalan tersebut. Keputusan untuk menghentikan audisi merupakan hak Djarum.

"Mungkin mereka juga tidak ingin ribut-ribut makanya dihentikan. Ya, kami tidak bisa apa-apa karena itu haknya Djarum untuk meneruskan atau menghentikan (audisi)," ujar pria berusia 70 tahun ini.



Simak Video "KPAI dan PB Djarum Berdamai, Audisi Jalan Terus!"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com