detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 10 Sep 2019 00:25 WIB

Audisi Umum Dihentikan, PB Djarum: Pakai Google Maps

Akrom Hazami - detikSport
Audisi umum dihentikan, PB Djarum akan mencari bibit bulutangkis dengan cara lain. Foto: Akrom Hazami Audisi umum dihentikan, PB Djarum akan mencari bibit bulutangkis dengan cara lain. Foto: Akrom Hazami
Kudus - Audisi umum PB Djarum dihentikan di 2020. Sembari bercanda, PB Djarum menyatakan bahwa mereka akan melakukan pencaian bakat melalui aplikasi Google Maps.

PB Djarum menghentikan pencarian bibit pebulutangkis untuk tahun depan. Hal itu lantaran PB Djarum dituduh melakukan eksploitasi anak oleh KPAI dan Yayasan Lentera Anak.


Sementara itu Google Maps adalah salah satu aplikasi layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau angkutan umum.

"Cari audisi pakai Google Maps. Pakai jalan tikus. Saya bilang gitu (menghentikan audisi umum tahun depan), saya serius. Dikira mutung. Saya rasional," kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin ditemui awak media di kantornya di GOR Djarum, Djati, Kudus, Senin (9/9/2019).


Soal 'Google Maps, lagi-lagi disinggung Yoppy kepada awak media sebagai cara untuk mencari bibit unggul atlet bagus. "Sekarang audisi bolong. Cari Google Maps. Selalu ada jalan keluar. Barang kali Google Maps sponsor," imbuh Yoppy.

Audisi Umum PB Djarum sendiri sudah digelar sejak 2006. Beberapa nama pebulutangkis top lahir, dari Kevin Sanjaya Sukamuljo hingga yang terbaru Leo Rolly Carnando, yang menjuarai Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2018 di Kanada.




Simak Video "Moeldoko Sambangi PB Djarum: Tak Ada Eksploitasi, Teruskan Audisi!"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com