Hawk-Eye Diujicoba Bulan Depan

Hawk-Eye Diujicoba Bulan Depan

- Sport
Minggu, 30 Okt 2005 11:50 WIB
Hawk-Eye Diujicoba Bulan Depan
Jakarta - Guna membantu kerja wasit, ITF akhirnya menyetujui penggunaan tayangan ulang. Champions Tour yang digelar di London bulan depan akan menjadi debut teknologi yang disebut Hawk-Eye ini. Tayangan ulang dalam pertandingan tenis dirasa perlu setelah beberapa kejadian kesalahan yang dilakukan oleh umpire terjadi di beberapa pertandingan level profesional. Adalah petenis Amerika Serikat Andy Roddick yang dengan lantang mengemukakkan perlunya hal tersebut usai melihat salah satu pertandingan tenis putri antara Serena Williams vs Jennifer Capriati di AS Terbuka lalu, yang diwarnai kontroversi wasit. Meski keberadaannya sangat penting, International Tenis Federation (ITF) baru menyetujui penggunaan Hawk-Eye setelah uji coba yang digelar bulan ini. Dilansir AP, Minggu (30/10/2005), Turnamen Champion Tour yang digelar di Royal Albert Hall pada 29 November - 4 Desember akan menjadi debut penggunaan teknologi ini. "Saya mendukung ini. Sudah waktunya teknologi itu diperkenalkan," tukas John McEnroe, salah satu peserta Champions Tour. Champions Tour merupakan turnamen yang dikhususkan buat mantan petenis nomor satu dan jawara Grand Slam yang telah pensiun. Selain McEnroe, jawara Prancis Terbuka 1995 asal Austria Thomas Muster juga ambil bagian. Hawk-Eye (mata elang) berguna untuk memudahkan kerja umpire. Secara umum, kerja teknologi ini adalah begini. Di setiap lapangan akan dipasang beberapa kamera canggih yang "bertugas" mengikuti kemana bola bergulir. Kamera kemudian akan dihubungkan dengan komputer. Alat ini akan mengkonversi gambar yang diterimanya menjadi gambar 3 dimensi yang persis seperti tayangan lambat di televisi. Cara ini diharapkan akan memudahkan wasit untuk menentukan apakah bola keluar atau masuk. Teknologi ini sebetulnya sudah dipergunakan dalam turnamen Grand slam dan Master Series dalam tiga tahun terakhir. Tetapi penggunaannya terbatas untuk kepentingan televisi saja. Namun ATP (Asosiasi Tenis Profesional) dan WTA (Women Tenis Association) masih akan memilah turnamen mana yang akan segera menggunakan teknologi ini sekaligus menetapkan peraturan yang menjadi konsekuensi penggunaannya. Foto: Gambar tayangan lambat yang mampu ditangkap Hawk Eye (bbc.co.uk) (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads