detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 03 Okt 2019 14:54 WIB

Meski Tanpa Gelar, Mentari Puas dengan Hasil Hasil di China dan Korea

Mercy Raya - detikSport
Pulang tanpa gelar dari China dan Korea, Mentari tetap puas (dok. Humas PBSI) Pulang tanpa gelar dari China dan Korea, Mentari tetap puas (dok. Humas PBSI)
Jakarta - Ganda campuran Phita Haningtyas Mentari mengaku puas dengan penampilannya di dua turnamen, China dan Korea Open. Meski pulang tanpa gelar, dia menilai ada progres.

Di China Open, Mentari yang berpasnagan dengan Rinov Rivaldy terhenti di babak kedua setelah melawan pasangan Korea Selatan Seo Seung-jae/Chae Yujung dengan skor 15-21, 18-21.

Hasil lebih baik diraih saat di Korea Open. Keduanya melebihi target yang dicanangkan dengan mencapai semifinal di BWF World Tour Super 500 tersebut. Mereka hanya kalah dari pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai 22-20, 11-21, 18-21.

"Cukup puas, walau di China harusnya bisa menang lawan Seung-jae/Chae Yujung tapi kemarin kami main seperti tak keluar, underperform. Sementara mereka lebih pengalaman dari servis, dan secara teknik mereka memang lebih siap, kami tidak bisa keluar dari tekanan," kata Mentari saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Kamis (3/10/2019).



"Nah, saat di Korea, target pribadi sebenarnya sudah melewati. Sebab, ketimbang tahun lalu ikut babak pertama sudah kalah, jadi ya cukup puas," ujar dia.

Meski begitu, Mentari mengatakan tak ingin hanya mencapai di empat besar saja. Dia ingin membuktikan diri di turnamen selanjutnya. Ke depan, dia dan Rinov dipersiapkan untuk turun di tur Eropa. Yaitu, Denmark Open pada 15-20 Oktober dan French Open 2019 pada 22-27 Oktober.

"Secara teknik masih banyak yang perlu diperbaik, khusus saya lebih ke defence-nya. Paling penting juga fokusnya. Terkadang saat sudah leading, tahu-tahu terkejar lawan, dan kesulitan untuk mengembalikan ketika sudah imbang. Jadi memang masih kurang juga untuk fokusnya, kurang tenang," dia menjelaskan.



"Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan karena pelatih (Richard Mainaky dan Nova Widiyanto) selalu bilang harus bisa cari cara di lapangannya seperti apa. Jangan bilang tidak bisa, cari enaknya seperti apa. Jadi harus bisa memaksa untuk menang," ujar dia.

"Ya, semoga di tur Eropa bisa bermain maksimal karena levelnya tinggi dan lawan tak ada yang gampang, jadi harus siap dari pertama. Main pasti capek karena lawan tentu ingin menang juga. Jadi perlu permainan yang tidak biasa-biasa saja," dia menambahkan.

Simak Video "Dikalahkan Kento Momota, Anthony Gagal Juara China Open"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com