detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 16 Okt 2019 00:45 WIB

Bawa Gelar Juara Dunia, Tim Bulutangkis Junior Tiba di Tanah Air

Mercy Raya - detikSport
Tim bulutangkis Indonesia tiba di tanah air usai berjaya di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019 (Foto: Mercy Raya/detikSport) Tim bulutangkis Indonesia tiba di tanah air usai berjaya di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019 (Foto: Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Tim Indonesia sudah kembali dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019. Mereka disambut oleh Kemenpora dan PBSI di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Indonesia membawa pulang dua gelar dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019 yang digelar di Kazan, Rusia, pada 30 September-13 Oktober. Di nomor beregu, Indonesia untuk pertama kalinya meraih Piala Suhandinata usai menang 3-1 atas China di babak final.

Kegemilangan Indonesia berlanjut di nomor perorangan. Tiga wakil, masing-masing dari ganda campuran, ganda putra, dan ganda putri, melangkah ke final.

Satu medali emas dipersembahkan oleh Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di nomor ganda putra. Sementara Leo/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran) dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (ganda putri) mendapat medali perak. Satu medali perunggu didperoleh Yonathan Ramlie di sektor tunggal putra.


Hari Selasa (15/10/2019), tim bulutangkis junior Indonesia tiba di tanah air. Leo dkk disambut dengan pengalungan bunga oleh Wakil Ketua PBSI Alex Tirta dan Deputi III Kemenpora Raden Isnanta.

"Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa kita berkumpul dalam penyambutan tim World Junior Badminton Indonesia. Pada hari ini, tim berhasil meraih Piala Suhandinata, yang mana kita ketahui adalah simbol atau satu piala kejuaraan dunia junior. Jadi ini yang tertinggi, jadi ini sejak 2002 sampai 2009, dan di 2009 berubah nama menjadi piala Suhandinata," kata Alex dalam sambutannya.

"Jadi praktis total 17 tahun Indonesia menunggu dan pada hari ini tim Indonesia berhasil meraih piala tersebut. Serta dari perorangan Indonesia mendapat satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Sekali lagi kita beri apresiasi buat mereka."

"Ini adalah awal mula seluruh pengurus PBSI memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan ke depan kami harap bisa berkseinambungan untuk atlet junior ke depan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada manajer, pelatih, dan para atlet," ujar dia.


Sementara itu, Isnanta memberikan apresiasinya kepada para kontingen. Dia yang mewakili Pelaksana Tugas Menpora Hanif Dhakiri mengucapkan rasa terima kasihnya karena Indonesia sukses mengakhiri penantian akan gelar juara beregu.

"Selamat telah memecahkan kebuntuan bertahun-tahun. terima kasih atas nama pemerintah. Ini salah satu jawaban karena ada sebagian kecil generasi bulutangkis kita pasca mbak Susy Susanti itu tak ada (generasi). Itu ternyata salah. Kalau beregu berarti ada kolektivitas pemain. Jadi kita punya stok generasi muda yang menggantikan senior nanti," kata Isnanta.

"Sekarang yang muda juara di usianya. Tapi kami harus mewanti-wanti perjalanan masih panjang. Rusia dikalahkan pasti tak diam, mereka bisa saja memperbaiki dan mengalahkan kalian," ujar dia.

Isnanta berharap prestasi ini bisa terus dipertahankan. Tidak hanya Kejuaraan Dunia tetapi di Olimpiade serta turnamen super series lainnya.

"Ke depannya di olimpiade, kejuaraan dunia, dan super series kita tunggu prestasinya. Sebab, senior akan terganti dan kalian harus siap menggantikannya," tambahnya.

Bawa Gelar Juara Dunia, Tim Bulutangkis Junior Tiba di Tanah Air


Simak Video "Soal Pencurian Umur, Atlet Bisa Kehilangan Masa Emasnya"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com