detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 28 Okt 2019 23:15 WIB

Praveen/Melati, Kalian Itu Jago!

Mercy Raya - detikSport
Foto: Hafidz Mubarak A/aww/Antara Foto: Hafidz Mubarak A/aww/Antara
Jakarta - Sukses Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Denmark dan French Open 2019 diapresiasi pelatihnya, Richard Mainaky. Itu bukti mereka jago!

Praveen.Melati akhirnya menggenggam gelar juara setelah menjadi langganan runner-up di turnamen BWF. Mereka menjadi jawara Denmark dan French Open dalam dua pekan beruntun.

Catatan sip lain, gelar juara itu dituai Praveen/Melati dengan mengalahkan ganda campuran nomor satu dunia, Zheng Siwei/Huang Ya Qiong. Di Denmark Open Praveen/Melati menang di semifinal dan menjadi jawara dengan mengalahkan unggulan kedua yang juga dari China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, di partai final 21-18, 18-21, dan 21-19. Kemudian juga mengandaskan Zheng/Huang di final French Open dalam pertandingan rubber game 22-24, 21-16, 21-12

Gelar juara itu didapatkan Praveen setelah diganjar kartu kuning oleh Richard. Praveen dinilai oindisipliner.


"Saya rasa faktor SP (Surat Peringatan) 2 itu hanya salah satu pemacu saja. Tapi saya lihat dengan adanya satu komitmen atau satu warning dari saya membuat, khususnya Praveen, jadi sadar sekali. Bahwa mereka ternyata mereka punya kemampuan," kata Richard kepada detikSport, Senin (28/10/2019).

"Jadi sebelum berangkat saya panggil, saya kasih tahu semua. Setelah itu, saya lihat Praveen sangat sadar, menyesal, dan benar-benar mau menunjukkan. Saya tak memaksa, tapi dia punya kemampuan. Ternyata, hal itu bukan kebetulan, mereka bahkan bisa mengalahkan pemain-pemain unggulan satu dua, begitu saat di Prancis," dia menjelaskan.

Menurut kakak kandung dari Rexy dan Rionny Mainaky, dengan penampilan Praveen/Melati di dua turnamen Eropa membuktikan bahwa Praveen, khususnya memang punya kemampuan di atas rata-rata. Hal itu yang sebelumnya tak disadari.

Tak hanya Praveen, Richard juga menyoroti perubahan yang dialami Melati.

"Melati mulai ada perubahan. Sepuluh hari sebelum jalan, dia mulai aktif buka komunikasi dengan Praveen di lapangan. Ini satu poin menambah kualitas mereka naik karena mereka sudah aktif, dari bahasa muka sudah lebih menerima dan mengoreksi apa yang dia salah, membuat Praveen nyaman," ujar dia.

"Belum puaslah dengan dua gelar juara itu. Sebagai pelatih saya mau mereka juara terus. Saya haus atlet saya juara terus, tapi semua itu proses. "Ya, mudah-mudahan ini bisa berlanjut terus," Richard mengharapkan.





Simak Video "Jonatan Christie dan Praveen/Melati Senasib di Japan Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com