detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 20 Nov 2019 13:24 WIB

Prestasi Bulutangkis Tunggal Putri Lebih 'Redup' ketimbang Putra, Ada Apa?

Puti Yasmin - detikSport
Laju tunggal putri dinilai belum sebaik tunggal putra. (dok. Humas PBSI) Laju tunggal putri dinilai belum sebaik tunggal putra. (dok. Humas PBSI)
Kudus - Prestasi bulutangkis Indonesia di tunggal putri dinilai lebih redup ketimbang tunggal putra merujuk dari laju di turnamen internasional. Kenapa?

Prestasi pebulutangkis tunggal putri Indonesia tak seimbang dengan tunggal putri sejauh ini. Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani masih kesulitan bersaing dengan lawan-lawan di turnamen BWF, sebaliknya, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting bisa melaju lebih jauh dan menandai dengan sejumlah gelar juara.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Achmad Budiharto, menyebut itu terjadi karena banyak faktor. Saat ini, PBSI sedang berupaya untuk menggenjot prestasi tunggal putri


"Semua pasti berjuang untuk kesana (meningkatkan prestasi). Nggak ada yang ingin jelek tapi kan faktornya banyak. Faktor rekrutmen, faktor metode pembinaan, faktor terjun ke kompetisi bagaimana. Kita juga enggak kepingin terus-terusan gini," kata dia saat ditemui detikSport di GOR Djarum.

Selain itu, legenda bulutangkis sekaligus Manajer Tim PB Djarum Kudus, Fung Permadi, mengakui redupnya prestasi di sektor tunggal putri saat ini. Dia menilai situasi itu disebabkan belum maksimalnya kemampuan dari para atlet.

Baginya, kondisi ini sebagai hal yang wajar. Sebab, ada kalanya ia menemukan bibit unggul dari sektor tunggal putra, tapi ada juga dari sektor tunggal putri.

"Dari waktu ke waktu, bibit-bibit yang muncul selalu ada perubahan. Ada satu masa yang keluar tunggal putra, nggak ada putri. Jadi salah satu bahannya seperti apa, itu faktor yg lebih dominan," dia menjelaskan.

"Jadi, bagaimana kita berjuang dan tetap melakukan pembinaan dengan lebih sehingga semua sektor bisa memperoleh prestasi yang kita harapkan," kata Fung.



Simak Video "Soal Pencurian Umur, Atlet Bisa Kehilangan Masa Emasnya"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com