detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 17 Des 2019 15:26 WIB

Kevin/Marcus Harus Perbaiki Ini agar Mulus di Olimpiade 2020

Mercy Raya - detikSport
Foto: dok. Humas PBSI
Jakarta - Legenda hidup bulutangkis Christian Hadinata menyoroti laju Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon sepanjang tahun 2019. Dia menyebut dua aspek yang harus diperbaiki oleh Kevin/Marcus agar mulus di Olimpiade 2020 Tokyo.

Kevin/Marcus menutup tahun 2019 sebagai semifinalis BWF World Tour Finals. Mereka disingkirkan oleh pasangan Jepang nomor keenam dunia, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Padahal, peringatan keras sudah diberikan ganda putra nomor dua Negeri Sakura itu kepada The Minions di fase grup. Kevin/Marcus juga kalah.

Kekalahan Kevin/Marcus dari Endo/Watanabe itu menjadi yang kelima sepanjang tahun ini. Minions belum sekalipun menang atas Endo/Watanabe.

Selain gagal menjadi juara BWF World Tour Finals, Kevin/Marcus juga melepas gelar juara Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Mereka dikalahkan oleh Choi Sol-gyu/Seo Seong-jae di babak pertama.

Kevin/Marcus juga tak berhasil menjadi juara di ajang penting lain, di All England 2019. Mereka dikalahkan Zhang Nan/Liu Chen di babak pertama pada ajang bulutangkis tertua sejagat itu.


Christian menilai frekuensi turnamen yang terlalu rapat menjadi salah satu hal yang mempengaruhi hasil kurang sip Minions di ajang penting. Dengan Olimpiade 2020 Tokyo yang semakin dekat, dia meminta pelatih untuk lebih selektif mengirimkan pemain.

"Ya, memang dalam pertandingan yang ketat di ganda putra tak bisa menjadi juara terus. Apalagi, 2020 target paling utama di olimpiade. Jadi pelatih, secara khusus minions harus pintar-pintar mengatur perfomanya. Jangan digeber terus. Jangan nanti yang paling penting di Olimpiade jadi kedodoran. Ambil contoh seorang Lin Dan, walaupun dia sering kalah dengan lawan yang enggak-enggak (nonunggulan) tapi pada turnamen grand slam-nya bulutangkis dia ambil semua," kata Christian dalam sambungan telepon Selasa (17/12/2019) dengan pewarta.

"Nah, itu yang perlu dipikirkan pelatih termasuk Kevin/Marcus. Jangan setiap pertandingan digeber harus menang. Takutnya penampilan di olimpiadenya malah tidak maksimal. Kevin/Marcus sering juara di level-level super series tapi penutupnya tidak juara kan sayang juga. Jadi untuk tahun depan lihat-lihat lah," pria yang karib disapa Koh Chris itu menambahkan.

Komunikasi Kevin dan Marcus

Selain itu, aspek paling penting untuk keduanya adalah lebih meningkatkan komunikasi. Khususnya dalam posisi sulit. Hal itu pun tergambar ketika di laga semifinal BWF World Tour Final saat menghadapi Endo/Watanabe. Mereka tak mengeluarkan penampilan terbaiknya dan mulai jarang berteriak untuk saling memberi semangat.

"Meningkatkan komunikasi khususnya dalam posisi sulit. Kalau lagi menang kan (terlihatnya) semua beres tapi saat ketinggalan dan kalah itu penting mengetahui apa yang ada dalam pikiran masing-masingYang dilihat, ya sudah lah, tak saling membangkitkan seperti Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. saya pikir ini penting untuk mereka berdua dan dalam hal ini pelatih harus tanggap," kata peraih tiga gelar All England dan juara dunia di dua nomor (ganda putra dan ganda campuran) sekaligus pada tahun 1980 ini.

"Jadi ini perlu apalagi nanti menghadapi turnamen grand slamnya bulutangkis, ada All England, Piala Thomas, Kejuaraan Dunia Bulutangkis, dan puncaknya Olimpiade. Jadi, penting komunikasi, saling dukung, dan jangan hanya saling (menyemangati) saat menang, tapi itu penting jika mengalami perfoma tak baik," dia mengimbau.



Kevin/Marcus Harus Perbaiki Ini agar Mulus di Olimpiade 2020


Simak Video "Masuk Final, Hendra/Ahsan Vs Kevin/Marcus di Denmark Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com