detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 07 Jan 2020 13:42 WIB

Jelang Olimpiade, PBSI Selektif Pilih Turnamen untuk Kevin/Marcus

Mercy Raya - detikSport
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan lebih selektif tampil di turnamen internasional. (Matt Roberts/Getty Images)
Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) lebih selektif mengirimkan pemain ke turnamen seiring kian dekatnya Olimpiade 2020 Tokyo. Apa alasannya?

Laju naik turun Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sepanjang 2019 menjadi evaluasi PBSI. Tampil sip di turnamen terbuka, Kevin/Marcus malah kurang oke pada ajang-ajang penting. Mereka kandas di babak pertama All England, juga Kejuaraan Dunia. Begitu pula saat mereka tampil di BWF World Tour Finals, Minions gagal mencapai final dengan terhenti di babak semifinal.

Legenda bulutangkis Christian Hadinata menilai rentetan kekalahan Kevin/Marcus di kejuaraan-kejuaraan prestisius itu diakibatkan oleh terlalu padatnya frekuensi turnamen yang dijalani. Dengan Olimpiade 2020 Tokyo yang semakin dekat, dia meminta pelatih untuk lebih selektif mengirimkan pemain.


Saran Christian direspons positif PBSI. PBSI akan lebih selektif mengirimkan pemain ke turnamen internasional.

'Ya, pastinya 2020 pengaturan strategi pengiriman lebih terartur. Kalau 2019 mengejar sebanyak-banyaknya karena berlomba ranking atas. Sekarang tinggal mengatur. Ada yang mempertahankan, ada yang meningkatka. Toh, pertandingan tidak banyak cuma sampai April," kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti, kepada detikSport, Selasa (7/1/2020).

"Kami sudah atur dan ada tim juga untuk membantu perhitungan (poin) atlet. Misalnya, jika berangkat ke sini rugi tidak? Kalau ini tidak berangkat rugi atau tidak. Tapi seumpama target satu pertandingan tak masuk, kami sudah siapkan penggantinya. Itu sudah diatur dan ada tim pantau. Kami diskusi tim monitoring dan pelatih untuk memaksimalkan atlet-atlet supaya bisa masuk," dia menjelaskan.

"Contohnya, Minions dengan beberapa pertandingan kayaknya tetap di ranking satu. Ya, tak perlu ngoyo (memaksa) harus ikut tiga pertandingan. Mereka tetap didaftarkan, tapi pertandingan satu dan dua sudah juara, ya (pertandingan) tiga dibuang. Jadi. kalau sekarang semua pertandingan didaftarkan itu hanya cadangan saja karena takutnya poin kurang jadi harus uber di pertandingan berikutnya. Jadi, cari aman saja," dia menambahkan.



Simak Video "Masuk Final, Hendra/Ahsan Vs Kevin/Marcus di Denmark Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com