detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 22 Jan 2020 18:21 WIB

Menatap Kejuaraan Beregu Asia, PBSI: yang Penting Lolos ke Thomas & Uber Cup

Mercy Raya - detikSport
Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti (Femi Diah/detikSport)
Jakarta -

Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengendurkan target di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia 2020 yang sekaligus merupakan kualifikasi Thomas dan Uber Cup 2020. Mereka menghitung tenaga pemain.

Selain ditunggu turnamen-turnamen Kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, pebulutangkis juga ditunggu turnamen beregu. Pertama, Kejuaraan Beregu Bulutangkis Asia dan Thomas & Uber Cup dan All England 2020.

Jadwal padat dan sama-sama penting membuat PBSI harus selektif memilih turnamen untuk atlet pelatnas dan targetnya. Termausk pada ajang beregu Badminton Asia Team Championship yang berlangsung di Manila mulai 11 hingga 16 Februari. Kejuaraan Asia Beregu ini tak hanya menjadi kualifikasi Thomas dan Uber Cup, juga menawarkan poin Olimpiade 2020.

Tim putra Indonesia berstatus sebagai juara bertahan di turnamen tersebut. Pada 2018, Jonatan Christie dkk mengalahkan China di final 3-1, sedangkan tim putri menempati peringkat tiga usai kalah dari Jepang 0-3.

"Kalau buat saya lolos dulu ya. Kalau terus tiap pertandingan kita harus menang-menang itu kasihan juga pemainnya. (Mereka) bukan robot kali ya. Skala prioritas kita mau menang. Yang penting lolos dulu," kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti, di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (22/1/2020).

Sebagai mantan pemain, Susy menyadari, beban berlebihan di turnamen malah bisa membuat pemainnya tak fokus. Makanya, Susy menegaskan untuk memprioritaskan Olimpiade 2020.

"Saya juga pernah jadi pemain, kalau harus, harus, harus, nanti stres. Pas target utama malah meleset kan sayang. Jadi penting lolos dulu. Saya lebih fokus Thomas Uber finalnya. Jadi, kalau saya bilang bukan partisipasi, tapi lolos dulu," dia menjelaskan.

Selain itu, Susy juga menilai, dekatnya persiapan kejuaraan dengan All England yang berlangsung 11-15 Maret menjadi pertimbangan.

"Dalam satu tahun kami selalu ada program mana yang prioritas-prioritas itu. Target ya kami sih mau (juara). Makanya saya bilang penting lolos dulu. Tapi target kita lebih di All England kan untuk perorangannya. Kalau ini penting lolos dulu lah toh nanti di finalnya yang lebih penting kan. Jika semua target-target itu kasihan juga," kata peraih medali emas Olimpiade 1992 ini.



Simak Video "Indonesia Punya Utang dengan Susy Susanti?"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com