Antisipasi Rasisme, PBSI Minta Jaminan Keamanan ke Panpel All England

Mercy Raya - Sport
Kamis, 05 Mar 2020 18:36 WIB
PBSI
PBSI meminta jaminan keamanan ke panpel All England. (Foto: Mercy Raya/detikSport)
Jakarta -

PP PBSI meminta jaminan keamanan ke panitia pelaksana All England 2020. Ini setelah muncul kasus rasisme di London, yang bermula dari stigma orang asia dan virus corona.

PBSI akan mengirim 25 atletnya ke Inggris pada Sabtu (7/3) malam. Kevin Sanjaya dkk akan berlaga di All England yang berlangsung di Birmingham, 11-15 Maret mendatang.

Selama itu, PP PBSI terus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Inggris dan Panpel All England terkait keamanan di sana. Baru-baru ini ada kasus pelecehan rasial terhadap seorang mahasiswa asal Singapura.

Seperti diberitakan Detik.com, Jonathan Mok asal Singapura mengalami perundungan di London, Inggris, hingga dipukul di wajah. Mok mengaku memang beberapa kali dirundung karena berasal dari Asia, tapi untuk yang kali ini berkaitan dengan virus corona yang mewabah.

Ia, sebagai orang Asia, dianggap membawa wabah tersebut. Virus corona memang bermula dari Asia, tepatnya di China, hingga kini terdapat di 79 negara sebagaimana dicatat WHO.

Merespons kejadian itu, Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

"Kami meminta jaminan dari panpel sana. Kami juga mengimbau agar atlet tidak jalan sendirian ke luar hotel," kata Budiharto di Pelatnas PBSI, Cipayung, Kamis (5/3/2020).

"Selama All England itu atlet tidak pakai shuttle bus untuk ke arena Birmingham karena jaraknya dekat dengan tempat mereka menginap," dia menambahkan.

"Kejadian itu (rasisme) di London ya karena memang daerah itu yang paling berimbas virus corona. Ya, berharap saja tidak sampai ke Birmingham," ujar Chief de Mission Tim Indonesia ini.

Antisipasi Rasisme, PBSI Minta Jaminan Keamanan ke Panpel All England


Simak Video "Sosok Verawaty Fajrin di Mata Teman Seperjuangan"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/raw)