detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 16 Mar 2020 15:15 WIB

Richard Mainaky Bersyukur Akhirnya Regenerasi Jalan Terus

Mercy Raya - detikSport
Richard Mainaky Richard Mainaky senang regenerasi di ganda campuran bulutangkis Indonesia berjalan mulus. (Foto: detikcom/Rachman Haryanto)
Jakarta -

Richard Mainaky bangga bukan main atas prestasi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di All England 2020. Dia bersyukur regenerasi berjalan mulus.

Praveen/Melati mengukuhkan diri sebagai juara All England untuk pertama kali usa mengalahkan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Di partai final All England 2020 yang berlangsung di Birmingham Arena, Minggu (15/3/2020) malam, mereka menang 21-15, 17-21, 21-8 atas Dechapol/Sapsiree. Richard, yang merupakan pelatih ganda campuran, mengapresiasi prestasi atletnya dengan ucapan syukur.

"Pertama kami bersyukur karena hasilnya ada prestasi dan regenerasi jalan terus. Artinya, sekarang sudah mulai terlihat bahwa regenerasi ganda campuran ada lagi," kata Richard kepada pewarta, dalam sambungan telepon Senin (16/3/2020).

Praveen/Melati sempat diragukan bisa memegang tongkat estafet ganda campuran menyusul Liliyana Natsir yang mundur pada dua tahun silam. Makanya, Tontowi Ahmad masih dianggap sebagai panutan.

Namun ternyata, Februari 2020, Tontowi secara mengejutkan juga menyampaikan pengunduran diri dari Pelatnas PBSI, kendati belum ada surat resmi yang diajukan peraih medali emas Olimpiade 2016 itu.

"Harusnya memang Praveen/Debby Susanto, regenerasi setelah Owi/Butet. Kemudian Debby menikah, ya regenerasinya putus. Dengan keadaan itu, selama satu tahun orang selalu membandingkan prestasi kami dengan sebelumnya, bahkan ada yang bilang tenggelam, padahal tidak," Richard menjelaskan.

"Praveen/Melati bisa bertengger di peringkat lima dunia dan itu menurut saya cepat. Apalagi dengan Melati yang belum punya pengalaman," sambungnya.

Kakak kandung Rexy Mainaky ini pun berharap gelar All England ini bisa menjadi modal atletnya menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

"Saya harap itu jadi pra-Olympic buat mereka. Pasti ini jadi modal mereka ke Olimpiade. Modal pertama waktu SEA Games, kedua All England ini. Ya kami harap mereka bisa menjaga motivasi ini dan mau melaju lagi," imbaunya.



Simak Video "Jonatan Christie dan Praveen/Melati Senasib di Japan Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com