detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 18 Mei 2020 19:18 WIB

PBSI: Terima Kasih, Tontowi Ahmad!

Mercy Raya - detikSport
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kanan) dan Apriyani Rahayu (kedua kanan) serta pebulu tangkis ganda campuran Korea Selatan Seo Seung Jae (kiri) dan Chae Yujung (kanan bawah) berjabat tangan dengan wasit usai pertandingan putaran kedua Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Pasangan Tantowi dan Apriyani masuk babak selanjutnya setelah lawannya mengundurkan diri karena cedera engkel kaki kanan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp. Tontowi Ahmad mendapatkan ucapan terima kasih dari PP PBSI. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta -

PP PBSI memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tontowi Ahmad menyusul keputusan pensiunnya. Federasi bulutangkis Indonesia itu mengucapkan terima kasih.

Tontowi Ahmad resmi menyatakan mundur dari tim nasional bulutangkis, Senin (18/5/2020). Dia mengajukan surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PP PBSI Wiranto.

Dalam surat tersebut, peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu membeberkan alasan pengunduran diri serta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada PBSI atas bimbingan dan kesempatan untuknya selama menjadi pebulutangkis.

"Tontowi telah mengajukan surat pengunduran diri per hari ini. PBSI mengucapkan terima kasih kepada Tontowi yang sudah berjuang dan berkontribusi dengan membawa banyak gelar juara dan mengharumkan nama bangsa Indonesia," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto dalam rilis yang diterima detikSport, Senin (18/5/2020).

"Puncak prestasi Tontowi adalah di Olimpiade Rio 2016. Setelah di Olimpiade London 2012 kami gagal menyumbang medali dari bulutangkis, di tahun 2016 bersama Liliyana, Tontowi berhasil mempersembahkan medali emas. Itu adalah jasa yang sangat dihargai oleh PBSI dan seluruh bangsa Indonesia," lanjut Budiharto.

Bersama Liliyana, pemain kelahiran Banyumas, 18 Juli 1987 itu, merupakan andalan Indonesia di berbagai turnamen bulutangkis level dunia. Tak hanya emas Olimpiade, Tontowi/Liliyana juga merupakan Juara Dunia 2013 dan 2017. Mereka juga membuat sejarah dengan meraih gelar hat-trick di turnamen bergengsi All England pada tahun 2012, 2013 dan 2014.

"Tontowi adalah seorang pekerja keras, tekun, tidak pernah mengenal lelah, terutama kalau dia sedang dapat tantangan. Saya kira ini bisa menjadi contoh teladan bagi atlet-atlet muda, kerja keras dan disiplinnya patut dicontoh," ujar Budiharto.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menilai wajar soal keputusan Tontowi. Meskipun kepergian Tontowi menjadi kehilangan besar untuk tim pelatnas. Sebagai atlet dengan segudang prestasi, Tontowi merupakan figur panutan bagi para juniornya di pelatnas.

"Tiap atlet pasti punya batas waktu untuk mengakhiri kariernya. Tontowi menyadari hal ini, setelah mempertimbangkan, melihat situasi dan kondisi, dia memutuskan untuk mundur selamanya dari bulutangkis," kata Susy terpisah.

"Tontowi adalah salah satu atlet terbaik di sektor ganda campuran. Dedikasi, disiplin dan komitmennya luar biasa. Ini yang membuat dia bisa meraih banyak gelar juara dan masuk dalam jajaran elit dunia," ucap Susy.

Susy pun berharap semangat juang seorang Tontowi bisa menular ke atlet-atlet muda yang ada di pelatnas sehingga roda regenerasi di ganda campuran terus berjalan.



Simak Video "Keluarga, Alasan Utama Tontowi Ahmad Pensiun dari Bulutangkis"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com