detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 28 Mei 2020 13:31 WIB

Sebelum Latihan Normal, Kevin Sanjaya cs Akan Jalani Rapid Test

Mercy Raya - detikSport
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi juara Daihatsu Indonesia Masters 2020. Mereka memenangi final melawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Kevin Sanjaya Sukamuljo dkk akan menjalani rapid test sebelum latihan normal. (Foto: detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kevin Sanjaya dkk. akan menjalani program latihan normal mulai 2 Juni. Menuju itu, PBSI lebih dulu menggelar rapid test guna mengecek kesehatan atlet.

Jadwal tes COVID-19 itu akan dilakukan secara bertahap dari mulai karyawan hingga atlet. Khusus staf PBSI sudah berjalan Rabu (27/5/2020).

Sedangkan untuk atlet yang menjalani karantina tertutup di pelatnas PBSI sejak pertengahan Maret, akan dimulai Jumat, (29/5). Menyusul tes lainnya untuk pebulutangkis yang kembali ke klub pada lima hari berikutnya.

"Kemarin kami sudah tes untuk para karyawan alhamdullilah hasilnya negatif. Besok untuk atlet-atlet yang ada di pelatnas di tes sekali lagi sebelum kami memulai latihan yang normal. Lalu 2 Juni akan dilakukan tes untuk atlet yang ada di luar (kembali ke klub-klub)," kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti, kepada detikSport, Kamis (28/5/2020).

Rapid test yang dilakukan PBSI ini merupakan kali ketiga diterapkan untuk memastikan atlet di pelatnas tidak terjangkit penyakit COVID-19. Dua tes sebelumnya digelar ada 25 Maret dan 24 April dengan hasil seluruhnya negatif.

Selain itu, para pebulutangkis juga harus bersiap karena turnamen kembali bergulir mulai pertengahan Agustus. Dengan demikian, program latihan yang dilakoni atlet otomatis intensitasnya juga meningkat. Dari sebelumnya intensitasnya hanya 40 persen demi menjaga kondisi atlet dalam kondisi tak ada turnamen, kini menjadi berjalan normal.

"Mulai Juni ini kita masuk pelatnas yang normal lagi, pelan-pelan naik lagi. Meskipun dengan standar operasional prosedur kesehatan yang diarahkan pemerintah," ujarnya.

"Kami juga tetap menjaga atlet. Artinya, jika tidak penting-penting sekali kami tetap karantina namun dengan melihat situasi dan kondisi. Kami tetap ikuti anjuran jaga jarak, tidak dalam kerumunan, seminim mungkin orang luar tak masuk. Karena kalau keluar masuk orang tapi tak jelas dia dari mana. Walau ada disinfektan dan lain-lain, lebih baik kan menimalisir risiko," dia menegaskan.

Kuliner


Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com